Kalau ada teman yang memuji kita atau pekerjaan yang kita lakukan, misalnya "Kamu hebat deh, bisa ngerjain tugas yang dikasih boss dalam waktu singkat. Emang otak kamu encer banget deh, say.." Kebanyakan orang (terutama yang cewek) pasti menjawab dengan "Ah, biasa aja kok.." Trus sang teman itu memuji lagi dengan lebih antusias. Sekali lagi dijawab dengan "Aku kan banyak dibantu sama temen2, dan informasinya banyak kok ada di buku n majalah, tinggal kumpulin aja.."
Lewat jawaban kita, memang terlihat bahwa kita bermaksud merendahkan hati. Dan kita akan dipandang sebagai cewek yg manis, baik dan rendah hati. Tapi kelewat merendahkan hati malah bisa membuat temen2 kita menangkap pesan: "Ternyata emang nggak ada yg istimewa dari dia.."
Dengan maksud merendahkan hati, wanita sering mengabaikan pujian yg diberikan kpd mereka. Nggak heran, wanita jadi sering kehilangan peluang meraih kesempatan (promosi jabatan) yang lebih tinggi. Rendah hati adalah suatu hal yg positif, tapi kalau tidak pada tempatnya, bisa merusak hubungan kita dengan teman atau keluarga kita, bahkan bisa merusak rasa percaya diri kita! Efeknya adalah kita menjadi bersikap rendah diri. Inget ya, rendah hati itu bagus, tapi rendah diri is not good!
Memang, para wanita yang selalu tampil 'manis' lebih disukai. Tapi, tentunya ada harga yg harus mereka bayar baik dari sisi profesional ataupun pribadi. Wanita sering terjerumus dalam 'jebakan' sikap rendah hati. Kita sering bicara dengan gaya merendah, yg akibatnya jadi terlihat kurang percaya diri. Ini semua terjadi karena kita sibuk berupaya menjadi 'orang baik'.
Kalau kita terjebak utk merendahkan dan menjelekkan diri sendiri, hal itu akan sangat merugikan, terutama dalam lingkungan kantor. Di saat teman kantor berkompetisi dan membanggakan prestasi mereka, kita 'tertinggal' di belakang dan dianggap tidak berprestasi. Dalam kehidupan pribadi pun sikap merendah yg berlebihan juga merugikan. Karena kita sendiri menganggap remeh 'hasil usaha' kita, maka teman dan keluarga pun juga akan berpikiran sama. Jangan terlalu merendah, supaya kehadiran kita tetap diperhitungkan.
Berani bicara, berani membanggakan diri/prestasi bukanlah suatu kesalahan, asalkan didukung dengan fakta. Buatlah agar prestasi kita 'terdengar' tanpa harus menimbulkan kesan sombong.