Monday, January 7, 2019

Uang kertas Rp 2.000 VS Uang Kertas Rp 100.000

BY tyas indree No comments

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Uang kertas Rp 2.000 VS Uang Kertas Rp 100.000

dibuat dari kertas yg sama dan diedarkan
oleh Bank Indonesia (BI)
Ketika dicetak,
mereka_pun bersama,
tetapi berpisah di bank
dan kemudian beredar di masyarakat...

Bagaimanapun, 4 bulan Kemudian mereka bertemu scara tdak Sengaja
di dalam dompet Seorang pemuda.
Maka mereka
pun ngobrol ;

Uang Rp 100,000 bertanya kepada Rp 2,000 ;
"Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor
dan berbau amis,,?"

Uang Rp 2,000 menjawab;
"Karena begitu aku keluar dari bank, aku dibawa ke tangan orang bawah dari kalangan buruh,
penjaja Kecil, penjual ikan, tukang parkir dan
di tangan Pengemis"

Lalu Uang Rp 2,000 bertanya balik kepada Uang Rp 100,000 ;
"Kenapa kau begitu baru, rapi dan masih bersih?"

Uang Rp 100,000 menjawab ;
"Karena begitu aku keluar dari bank,
terus disambut para perempuan cantik, laki laki berjas dan berdasi dan beredarnya pun
di restoran mahal, di kompleks perkantoran, di Pasar raya, mall bergengsi dan juga hotel berbintang, Serta keberadaanku
selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."

Lalu Uang Rp 2,000 bertanya lagi ;
"Pernahkah engkau berada di tempat ibadah,,?"
Uang Rp 100,000 menjawab ;
"Belum pernah"

Uang Rp 2,000 pun berkata lagi ;
"Ketahuilah walaupun aku hanya Uang Rp 2,000 tetapi aku selalu berada di seluruh tempat ibadah, dan di tangan Anak Yatim Piatu dan fakir miskin bahkan aku bersyukur kepada Tuhan semesta alam... Aku tidak dipandang Sebagai Sebuah nilai, tetapi Sebuah Manfaat...

Lantas menangislah Uang Rp 100,000
karena merasa besar,
karena merasa hebat,
karena merasa tinggi,
akan tetapi tidak begitu bermanfaat untuk
Kebaikan selama ini...

Semoga cerita ini dapat memberi pembelajaran dan Inspirasi Positif kepada kita semua..
Dan semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih bermnfaat buat sesama 😊🙏😇 Aamiin....


Send from my vivo smart phone

Sunday, January 6, 2019

Jagalah Diri dan Jangan Mencampuri Kehidupan Orang Lain

BY tyas indree No comments

SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA BERBAHAYA.

1. Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".

Sejak saat itu temanmu jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini temanmu malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".

Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.

3. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"tidak ada" jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".
Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?"
Si kakek menjawab : "Sebulan sekali".
Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

APA SEBENARNYA KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT KETIKA BERTANYA SEPERTI PERTANYAAN2 DIATAS ITU ???

Jagalah diri dan jangan mencampuri kehidupan orang lain.
Jangan Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain2
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah sebenarnya yang menyalakan sumbunya..

Semoga bermanfaat....

#copas

Send from my vivo smart phone

Saturday, November 17, 2018

Tidak Perlu Kecewa

BY tyas indree IN , , No comments




Tidak perlu lagi kecewa 
bila.. 
Kebaikan tidak terbalas 
Kita senyum di abaikan
Memberi salam tidak dijawab
Memberi nasehat dicibir 

Intinya tidak perlu gerutu, sebal bila ketidaknyamanan menghampiri kita.. 

Karena sudah tidak ada lagi KERAGUAN bahwa KEBAIKANMU UNTUKMU, KEBAIKANMU KEMULIAANMU
Janji Allah itu PASTI.. 

That's why...
Jangan mengharap balasan atau penghargaan dari orang lain atas setiap kebaikan yg kamu berikan
atau menghitung kebaikan yang sdh kamu berikan, RUGI..!! 
Dan itu hanya akan menghasilkan kekecewaan.. 

2 kerugian yaitu : dosa dan tidak dapat pahala.. 
Allah selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan diri, melakukan amal shalih hanya karenaNya

Jadilah pelopor buat diri sendiri dalam melakukan kebaikan lalu berikan kepada orang lain.. 
Karena kebaikan yang keluar dari diri kita, akan bermuara kebaikan pula yang kita terima, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Begitupun sebaliknya.

Tidak perlu RAGU lagi untuk menolong, bersedekah, memberi kasih sayang, menebarkan kebaikan dan yang terpenting : bersyukur pada Allah tanpa batas.. 

Lilah.. "Jika kalian berbuat Baik (berarti) kalian berbuat Baik untuk dirimu sendiri, Dan jika kalian berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri".. (QS. Al Isra : 7). 

#lessonsformyself
#mylessons
#malife
#explore

Beautiful post from @sarahvi_

Saturday, September 1, 2018

IBU YANG CANTIK

BY tyas indree IN , , No comments


Suatu pagi, seorang anak gadis bertanya pada ibunya :

"Ma.. mama selalu terlihat cantik.. Aku ingin seperti Mama, tolong beritahu aku caranya, Ma.."

Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang Ibu menjawab :

÷ Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah *perkataan yang baik..*

÷ Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah *senyum ikhlas kepada siapa pun..*

÷ Untuk mata yang indah menawan, *lihatlah selalu kebaikan orang lain..*

÷ Untuk tubuh yang langsing, *sisihkanlah makanan untuk fakir miskin..*

÷ Untuk jemari tangan yang lentik menawan, *hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu..*

÷ Untuk wajah putih bercahaya, *bersihkanlah kekotoran batinmu..*

Anakku..

÷ Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.. Dan ingatlah bahwa *kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian..*

÷ Biasakanlah untuk mengucapkan empat kata kepada siapapun dengan santun : *terima kasih, maaf, tolong dan permisi..*

÷ Jika kamu benar, maka kamu *tidak perlu marah..*

÷ Jika kamu salah, maka kamu *wajib minta maaf..*

÷ Kesabaran dengan keluarga adalah *kasih..*

÷ Kesabaran dengan orang lain adalah *hormat..*

÷ Kesabaran dengan diri sendiri adalah *keyakinan...*

÷ Kesabaran dengan Tuhan adalah *Iman..*

÷ Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa air mata..

÷ Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa ketakutan..

÷ Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa keceriaan..

÷ Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat kamu pedih atau lebih baik..

÷ Setiap masalah yang timbul bisa menghancurkan atau menguatkanmu..

÷ Pilihan ada padamu, apakah kamu akan memilih menjadi korban atau pemenang..

÷ Carilah hati yang indah dan bukan wajah yang cantik..

÷ Hal-hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal-hal yang baik akan selalu indah.."

Nasehat...
🍄 *untuk aku*
🌴 untuk kamu
💐 untuk kita semua

*Semoga bermanfaat..*

Sent from my iPhone

Tuesday, March 28, 2017

5 Hal Yang Bisa Membuat Anda Jadi Kurang Produktif

BY tyas indree No comments

Lagi baca2 FB, ada artikel ini dr Rico Huang.. Kayanya nomer 1, 2, 4 nyangkut ke gue banget..
Sharing this, especially buat catatan diri sendiri.. Alhamdulillah kalau bisa bermanfaat buat yg lain..

*5 Hal Yang Bisa Membuat Anda Jadi Kurang Produktif*

Berbicara soal produktifitas, banyak orang yang ingin lebih produktif baik dalam hidup atapun bisnis.

Karena kita juga tahu, semakin produktif, maka kita bisa menghasilkan lebih banyak. Namun sering kali ada banyak hal - hal kecil yang tanpa kita sadari membuat diri kita jadi kurang produktif. Simak baik - baik

1. Mengerjakan semua hal sekaligus

Orang dengan tipe ini banyak banget. Ia tidak percaya dengan orang lain, menganggap orang lain tidak lebih hebat darinya sehingga suka mengerjakan semuanya sekaligus

Hal ini juga terjadi pada orang yang dengan multi profesi maka hasilnya juga tidak maksimal. Sudah kerja, kuliah, ngurus anak, bisnis, ngajar les pula. Waduh... akhirnya malah ga produktif dan semuanya serba tidak maksimal. Memang ini pilihan antara fokus & bagaimana kita bisa mendelegasikan tugas masing - masing.

2. Tidak membangun tim bisnis

Lebih tepatnya, ini ciri - ciri seorang Superman. Orang yang tidak membangun tim, secara tidak sadar mereka tidak ingin bisnisnya besar dan gitu - gitu aja. Karena rata - rata orang yang tidak membangun tim, mereka tidak punya keberanian.

Sehingga membuat mereka terus tidak produktif dan sibuk luar biasa. Hati - hati :D

Saya sudah sempat bahas, bagaimana cara membangun tim bisnis online yang benar di pasukanalona.com/ara

3. Menyepelekan Persiapan

Kebiasaan mengerjakan PR Sistem Kebut Semalam, sudah tidak berlaku lagi ketika Anda berbisnis. Memang ada sih sebagian orang yang bisa sukses tanpa persiapan, tapi untuk skala bisnis yang sudah ratusan / milyaran omsetnya perbulan, persiapan adalah kunci utama.

Baik siap dalam memasarkan produk, siap dalam belajar, siap dalam menghadapi masalah, semua harus step by step dilakukan. Sekali ada yang bermasalah, Anda harus mencari solusinya.

Nah bayangin, Anda males mikir & tidak ada persiapan, ada berapa masalah yang membuat Anda jadi tidak produktif?

4. Stress Akut Karna Tidak Delegasi Tugas

Fase ini adalah fase lanjutan dari nomor 1 & 2. Mereka yang sudah sibuk akhirnya akan menjadi oveload. Overload membuat orang cape hati, ada masalah sedikit langsung sensitif, ujung - ujunynya produktifitas menurun.

Otomatis, kalau semua yang dikerjakan malah jadi tidak baik secara tidak sadar akan mempengaruhi kehidupan keluarga & diri Anda.

5. Lupa mandi pakai sabun, piknik kurang jauh, lupa sama orang tua, lupa sama Tuhan

Ini ga usah dijelasin lagi, pasti semuanya udah paham. Soal sabun saya lifebuoy, Anda bebas pake apa aja deh... piknik yang deket - deket aja, sama orang tua & Tuhan itu kewajiban

Saya jamin, jika 5 hal ini diterapkan, Anda bisa jauh lebih produktif dari sekarang

Share ya !

Sent from my iPhone

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10206491537567424&id=1839481491&set=gm.598603410345960&source=48

Thursday, August 11, 2016

Reuni SMP 1 Kebumen ; 07 Agustus 2016

BY tyas indree IN , , No comments




with Yayan
with Epy
Biarpun aku cuma 2 tahun, kelas 1 & 2 aja di SMP 1 ini,  tapi seneng banget temen2 masih inget dan kompak banget ngadain reuni untuk kloter Jakarta.

Reuni diadain di rumah teman kita mas Dokter Slamet di perumahan Raffless Hills Cibubur.  Undangan jam 10, aku berangkat siang, nyulik sohibku dulu, Yayan yg baru pulang dr gereja.

Hehe, Alhamdulillaah Yayan bersedia dengan senang hati diculik. Karena kalo aku berangkat sendiri juga takut sampe sana clingak - clinguk nggak ada yang ngeh sama bentukku sekarang.

Singkat cerita, ber haha hihi, foto2 dan pastinya makan siang yang enak banget di rumah mas Dokter, akhirnya jam 2an kita baru pulang.

What a refreshing activities..!! 😄😄
Memorinya mulai muncul loncat-loncat.

Jadi inget jaman di sana dulu halaman belakang rumahku dulu penuh dengan kelinci yang beranak pinak, bersumber dari sepasang kelinci pemberian Yayan.

Inget juga dulu gini-gini aku mayoret loh, hehe. Pas latian paling sering kepentung tongkatnya. (halah pancen mayoret pethuk). Happy ketemu sesama mayoret, jeng Epy di reuni kemarin.

Kalo bel istirahat sering pulang kerumah karena rumahku cuma tinggal nyebrang jalan dari sekolah.

Ya ampuun, inget dulu rambutku dikeriting karena abis sakit tipes, rontok jadi tipis banget. Mamah bilang biar keliatan banyak dikeriting aja rambutnya.. Dan hasilnya,,,, huhuu.. Nggak tega aku mbayanginnya.. 😭😭😭

Those all memories were at 1987..
29 years ago..

Alhamdulillaah Allah telah kasih aku kehidupan yang pastinya lebih banyak nikmatnya dibanding laranya sampai detik ini..
Thank You Allah. 😊🙏😊

Monday, July 4, 2016

QODARAN

BY tyas indree IN , No comments

Kisah yang sungguh INDAH...

QODARAN
(gaji tigabelasan)

Saya tak hendak menyoal gaji 13 ataupun 14, karena perkara gaji hanya dimiliki yang punya lisensi gaji.
Orang orang yang bekerja pada instansi ataupun orang lain.
Sementara yang 'merasa' tidak memiliki gaji 13 dan 14, adalah mereka yang bekerja untuk diri mereka sendiri.
Gaji mereka tak ada watesan 13, 14, 15.... tapi belas tanpa selesai.
Bonus atas segala usaha mandiri yang kemudian diapresiasi oleh hasil......
Kepuasan tanpa tanding.
…………………..
Jadi sesungguhnya nilai gaji yang terakhir inilah yang tak berbilang nominalnya.
Nilai sehat dan semangat..
Nilai kreasi dan inovasi yang tiada henti..
Nilai syukur yang terus subur..
Nilai berserah tanpa lelah..
Nilai usaha yang terus membara..
…………………..
'Wah… pisangipun sae-sae Mbah…' kataku sembari berjongkok di depan perempuan sepuh yang berjualan di pinggir jalan depan pasar..'
'Mangga, Bu… ditumbasi Mbahe…' tawar perempuan itu riang.
Sungguh sudah sangat sepuh. Rautnya penuh kerut. Kulitnya hitam. Kurus badannya. Tapi suaranya cemengkling riang, giginya terlihat masih utuh.
'Niki kepok kuning… sae nek dikolak.
Niki kepok putih… nek digoreng saklangkung manis'
Lha nek niki… gedhang pista, kulit tipis…arum manis.
Ning ampun dipundhut sik… soale dereng mateng…'
Aku hanya diam memperhatikan gerak tangannya yang cekatan tapi telah dredeg dredeg gemetar.
'Sampun dangu sadeyan, Mbah…?'
'Dereng…. niki rak nyrempeng pados rejeki ngge lebaran?'
'Putra pinten Mbah?'
'Kathah , Bu… pun sami glidik/kerja…'
'Kok mboten rehat mawon to Mbah… siam-siam kok dodolan'
'Lha margi siam niku to Bu, mboten pareng rehat…
Mumpung Gusti Allah paring sihat…'
...........................
Aku tercenung dengan jawaban perempuan sepuh itu.
Kulihat tangannya ngelap kening dan dahinya yang dleweran keringat dengan selendang lusuhnya.
Diantara para penjual 'liar' dipinggir jalan depan pasar itu, perempuan sepuh ini satu diantaranya yang menggelar dagangan tanpa iyup iyup.
Padahal hari itu panas luar biasa.
……………………
'Nek kundur jam pinten Mbah?'
'Jam tiga pun wangsul Bu… lha enten kewajiban nyiapke wedang kangge lare lare TPA'
'Kok kewajiban, sing wajibaken sinten Mbah?'
'Nggih kula piyambak, Bu…'
'Ooo… ngaten…. saben dinten, selama puasa?'
"Inggih… wong naming cah seketan..'
'Wah panjenengan hebat nggih Mbah…'
'Halah mung wedang kalih panganan cilik-cilikkan..'
'Sing penting bocah-bocah sregep ngaji…pun seneng kula.
Ampun bodho kaya Mbahe niki… kula isane mung Patikah…'
…………………
Aku makin tercekat.
Kumasukkan semua pisang yang ditawarkan ke dalam tas kresek.
'Kok kathah sanget Bu… badhe kagem napa?' tanyanya heran.
Aku hanya tersenyum.
'Sedaya pinten Mbah?'
Perempuan sepuh itu menyebutkan nominal yang membuatku tercengang.
'Kok murah sanget Mbah…'
'Mboten… pun pas niku, niki rak mboten pisang kulakan, panen piyambak...'
'Nggih…matur nuwun…' kataku sembari mengulurkan uang..
'Aduh… mboten enten susukke Bu, dereng kepayon…'
'Kula tukerke rumiyin nggih Mbah…'
Aku sengaja meninggalkan perempuan sepuh itu.
Pisang telah kuletakkan di motor.
Mesin motor pun kunyalakan.
Agak menjauh dari perempuan sepuh itu...
Kumasukkan beberapa lembar uang lima ribuan yang masih baru, ke dalam amplop,
Cukup dibagi satu satu untuk anak TPA
yang katanya cah seketan tadi.
Penutup lem ampop kubuka lalu kurapatkan.
'Niki mbah, pun kula tukeraken… artane pun pas nggih…'
Perempuan sepuh itu menerima amplop masih dengan tangan dredeg gemetar.
Tanpa menunggu jawaban, aku segera pergi.
……………….
Esoknya aku mampir lagi… tapi kosong
Berikutnya aku mampir lagi… kosong juga.
Penasaran kutanyakan pada ibu pedangang sebelahnya.
'Mbahe mboten sadean Mbak?,
'Oh mboten… sadean nek namung panen pisang, Bu…?'
'Sampean to ingkang maringi amplop rumiyin…
Walah Mbahe nangis ngguguk Bu… jare bejo, angsal angsale qodaran..'
………………..
Qodaran barangkali yang dimaksudkan adalah lailatul qodar.
Malam yang konon lebih baik dari 1000 bulan.
Para malaikat turun dari langit,
Langit hati kita.
Allah melapangkan rejeki dan kemuliannya bagi yang dikehendaki,
Pun mempersempit bagi yang dikehendaki pula.
Rejeki sesuai kapasitas kita.
Lantas siapakah yang mendapatkannya??
………………..
Barangkali perempuan sepuh inilah yang mendapatkannya.
Bukan karena ia ahli ibadah
Bukan pula karena I'tikafnya yang kuat di masjid.
Tapi dialah pelaksana dari yang katanya 'hanya' bisa Patikah itu.
Kesungguhan I'tikaf yang luar biasa.
Bertindak, berlaku, dan berpasrah dalam keriangan rasa.
I'tikaf di masjid yang digelar dalam keluasan yang maha.
Bukan masjid yang sekadar bangunan ibadah.
Kecintaannya yang sederhana dengan penyiapan wedang dan panganan bagi seketan bocah selama puasa,
sungguh bukan perkara mudah.
Hanya cinta tuluslah yang bisa.
……………..
Aku jadi teringat pertanyaan teman,
tentang pencapaian lailatul qodar.
Benarkah memang ia turun di 10 hari terakhir malam ganjil?
Maka… malam terbaik dari 1000 bulan bukanlah instan.
Tak bisa dijujug dengan akhiran.
Semua butuh proses…. karena karunia terindah butuh wadah.
Yang dibangun dengan menapis kebaikan sebelum, selama dan sesudah Ramadhan.
Itulah sesungguhnya Qodaran…
Bonus tak berbatas yang melebihi gaji ketigabelas.

Story from friend's timeline.

Sent from my ASUS