Showing posts with label keuangan. Show all posts
Showing posts with label keuangan. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

Kapan Harus Memakai Kartu Kredit atau Kartu Debet?

BY tyasjetra IN , , 66 comments

Pertanyaan ini terkesan mudah, namun sering kali kita malah dirugikan karena tidak memedulikan kegunaan kartu kredit atau kartu debet. Atau setidaknya, tidak dapat menikmati fasilitas yang ditawarkan dengan maksimal.

Contohnya, beberapa orang menggunakan kartu kredit secara eksklusif untuk membayar pengeluaran. Mereka menganggap cara ini lebih aman. Melalui beberapa bank, mereka bisa mengumpulkan cash back atau poin insentif. Namun, strategi ini membutuhkan kecermatan dan kecerdasan dalam menggunakannya sehingga utang dapat dibayar penuh atau lunas pada akhir bulan. Jika tidak, utang Anda justru akan bertambah besar.

Jika Anda menggunakan kartu debet, Anda hanya dapat berbelanja sesuai sisa saldo pada rekening Anda. Bahkan, Anda harus menyisakan saldo sekian rupiah setelah dikurangi pembelian. Jika saldo tidak mencukupi, Anda tidak dapat berbelanja. Artinya, Anda hanya dapat berbelanja sesuai kemampuan.

Agar Anda dapat memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan semaksimal mungkin dan terhindar dari biaya-biaya yang tidak Anda perlukan, simak kapan Anda harus menggunakan kartu debet dan kapan harus memakai kartu kredit.

Gunakan kartu debet ketika:

  • Membeli sesuatu yang tidak mahal atau dapat dikonsumsi
Anda kehabisan susu untuk anak dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya. Daripada membuang waktu, Anda mampir ke minimarket sepulang dari kantor. Namun, Anda sedang tidak membawa uang tunai. Nah, gunakan kartu debet Anda karena beberapa minimarket biasanya menerapkan minimum purchase yang nilainya tidak begitu tinggi. Jangan menggunakan kartu kredit untuk pembelanjaan yang tidak terlalu banyak atau untuk barang-barang yang dikonsumsi karena Anda akan membayar lebih mahal saat Anda terlambat membayar.

  • Butuh uang tunai cepat
Jika Anda mendadak butuh uang tunai, gunakan kartu debet Anda. Untuk pemegang kartu debet BCA, misalnya, Anda bisa sekaligus mengambil uang tunai di kasir saat Anda membayar belanjaan Anda di minimarket. Pengambilan uang tunai seperti ini umumnya tidak akan dikenakan biaya tambahan, baik oleh bank maupun oleh merchant. Besarnya penarikan tunai ditentukan oleh ketersediaan dana merchant tersebut, namun umumnya rata-rata limit mencapai Rp 500.000. Bandingkan dengan jika Anda melakukan penarikan tunai menggunakan kartu kredit. Untuk kartu kredit Citibank (semua jenis kartu), misalnya, Anda akan dikenakan bunga 4 persen dari jumlah yang diambil.


Gunakan kartu kredit ketika:

  • Berbelanja online
Entah membeli tiket pesawat terbang atau berbelanja di Amazon.com, Anda akan diminta membayar melalui kartu kredit. Hal ini beralasan karena kartu kredit menawarkan perlindungan yang lebih besar jika terjadi fraud (penipuan atau penggelapan).

  • Membeli sesuatu yang mahal
Beberapa kartu kredit menawarkan perlindungan jaminan tambahan melebihi manufaktur dari produk yang Anda beli. Selain itu, beberapa bank penyedia kartu kredit seringkali juga bekerja sama dengan merchant untuk program promosi, seperti membeli peralatan fitnes dengan harga khusus. Ada pula program akumulasi insentif tambahan atau reward yang dapat ditukarkan dengan hadiah-hadiah tertentu.

  • Membuktikan credit history
Anda perlu membuktikan credit history saat Anda mulai menggunakan kartu kredit dan berhenti memakainya. Lakukan dengan membeli sebuah barang dengan kartu kredit, dan membayar lunas pada akhir bulan, atau dengan membayar minimum payment. Jika record Anda baik, Anda berkesempatan meningkatkan limit kartu kredit atau memenuhi syarat menggunakan kartu Platinum dari bank lain.

Sumber: kompas.com

Sunday, August 29, 2010

Kelola Tunjangan Hari Raya Anda dengan Bijaksana

BY tyasjetra IN , , 118 comments

Setiap tahun, menjelang hari raya, setiap karyawan di Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, akan mendapatkan tunjangan hari raya atau yang lazim di sebut THR. Pada dasarnya THR diberikan atas pertimbangan bahwa karyawan membutuhkan biaya tambahan untuk merayakan hari raya keagamaan. Berdasarkan Peraturan Mentri Tenaga Kerja RI no. Per- 4/Men/1994, setiap perusahaan wajib memberikan THR kepada pekerja dalam bentuk uang atau bentuk lain. Peraturan ini juga menyebutkan bahwa THR diberikan selambat-lambatnya satu minggu sebelum hari raya.

Menjelang Idul Fitri 1431 H, tentunya Anda sudah menanti-nantikan turunnya sang THR. Berbagai rencana sudah Anda buat untuk membelanjakan THR Anda. Sebelum uang tersebut 'hilang' tanpa jejak atau dihabiskan tanpa Anda sadari, berikut adalah beberapa tips untuk mengelola THR Anda sehingga bisa memberikan manfaat lebih dan mencegah agar Anda tidak 'bokek' setelah kegembiraan Lebaran usai.

  1. Buat daftar kewajiban Anda. Berdasarkan prioritas, urutkan setiap kewajiban yang harus Anda tunaikan. Dengan membuat daftar secara tertulis, Anda akan lebih mudah untuk check and recheck kewajiban yang sudah atau belum ditunaikan.
  2. Umat Islam memiliki kewajiban untuk membayar zakat fitrah, sisihkan THR Anda terlebih dahulu untuk kewajiban ini. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk pergi ke amil zakat resmi yang ada di lingkungan Anda, ada berbagai kemudahan seperti transfer melalui banyak bank, bahkan melalui SMS, yang bisa Anda manfaatkan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak membayar zakat.
  3. Bayar hutang Anda, jika ada. Memegang uang yang jumlahnya lebih besar dari biasanya jangan sampai membuat Anda lalai untuk membayar cicilan bulanan seperti hutang kartu kredit, cicilan rumah, kendaraan. Ingatlah bahwa pembayaran cicilan yang tidak teratur bisa menyebabkan bunga semakin tinggi.
  4. Ingatlah pada mereka yang membantu Anda menjalankan tugas domestik sehari-hari seperti supir, pembantu, baby sitter. Mereka bekerja untuk Anda dan sudah selayaknya mereka juga menerima THR.
  5. Investasi adalah kebiasaan yang menguntungkan. Sisihkan 10% dari pendapatan dan THR Anda untuk kepentingan ini. Jangan lupa untuk menanamkannya secara bijaksana.
  6. Jika Anda akan mudik, segera buat anggaran pengeluaran untuk transportasi (pulang pergi) dengan perkiraan ongkos akan lebih mahal dari hari biasa.
  7. Setelah Anda menunaikan semua hal diatas, barulah Anda leluasa untuk memanfaatkan sisa THR Anda untuk hal tersier lainnya seperti untuk berbelanja busana baru atau hidangan istimewa untuk menyambut hari Raya. Dalam berbelanjapun, sesuaikan dengan dana yang dimiliki dan kebutuhan Anda. Ingatlah bahwa Anda harus tetap memakai prinsip "kebutuhan" dibandingkan dengan "keinginan".

Sumber: www.jobsdb.co.id

Tuesday, January 26, 2010

Menabung dari Hal-hal yang Terkecil

BY tyasjetra IN , 66 comments

Menabung tak melulu berarti menyimpan uang dalam jumlah besar. Ada begitu banyak cara untuk menambah pundi-pundi uang Anda dengan mudah. Berikut di antaranya;

  • 1. Maksimalkan kartu debet
Dengan menggunakan kartu debet, Anda bisa membayar sesuai yang tertera dalam tagihan. Makin sedikit Anda menggunakan uang tunai, makin besar penghematan Anda. Sebab bila sudah di tangan, biasanya uang akan gampang keluar.

  • 2. Belanja online
Dengan belanja online, Anda bisa menghemat ongkos perjalanan, entah untuk naik angkutan umum ataupun biaya bensin mobil pribadi. Apalagi bila jarak rumah ke pusat perbelanjaan cukup jauh, akan semakin banyak uang yang bisa dihemat.

  • 3. Kumpulkan receh
Seringkali kita menganggap remeh uang receh. Hanya menumpuknya di dalam tas dan dijamin takkan peduli bila salah satu uang receh Anda bilang. Coba, deh kumpulkan sisa uang receh Anda setiap hari ke dalam boks tabungan di rumah. Tak terasa dalam setahun uang Anda bisa terkumpul hingga ratusan ribu, lho.

  • 4. Sisihkan 10 persen
Bila Anda cukup sering menarik uang tunai di ATM, biasakan untuk menyisihkan 10 persen dari setiap jumlah uang yang Anda ambil. Tanpa terasa, bila Anda rajin mengumpulkannya, jumlahnya cukup mengejutkan.

  • 5. Bawa bekal ke kantor
Tak jarang Anda harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk makan siang bersama teman kantor. Sesekali cobalah membawa bekal makan siang Anda dari rumah. Percaya, deh, saat membuka dompet dan menemukan beberapa lembar uang untuk makan siang tak tersentuh, Anda pasti akan “kecanduan”.

  • 6. Potong rambut sendiri
Oke, mungkin untuk memotong rambut Anda, pergi ke salon menjadi pilihan tepat. Tetapi, bila Anda hanya ingim memotong poni, kenapa tak mencoba melakukannya sendiri? Lumayan, tak perlu mengeluarkan biaya potong rambut dan uang tips.

  • 7. Pilih-pilih merek
Coba deh, contek tips berbelanja para ibu. Biasanya dalam membeli sebuah produk, mereka akan memilih brand dengan harga yang lebih murah, tapi dengan kualitas yang tak kalah. Kalau Anda ingin memiliki produk premium brand, pilih yang fungsi dan modelnya long lasting, seperti tas dan sepatu.

  • 8. Pilih kendaraan umum
Naik kendaraan umum bisa menjadi pilihan menarik sebagai pengganti kendaraan pribadi. Biaya yang dikeluarkan bisa berbeda jauh, lho. Coba, deh, sesekali naik kereta api dalam kota atau bus Transjakarta dalam waktu seminggu. Pasti uang Anda akan tersisa lebih banyak, karena tak perlu mengeluarkan biaya bensin dan parkir.

  • 9. Bikin kopi sendiri
Anda hobi sekali minum kopi. Tetapi tak perlu selalu pergi ke coffee shop kan, setiap kali ingin menikmati kopi. Ciptakan racikan kopi ala Anda, budget puluhan ribu untuk membeli kopi kan bisa ditabung.

  • 10. Andalkan perpustakaan
Terkadang perlu dana tak sedikit untuk membeli buku incaran Anda. Nah, untuk menghemat pengeluaran, kenapa tidak memninjam buku di perpustakaan? Kini cukup banyak taman bacaan dengan dekorasi yang membuat Anda nyaman berada di sana berlama-lama. Keperluan membaca terpenuhi, kocek Anda pun terselamatkan.

  • 11. Hindari godaan sesaat
Seringkali kita tergoda membeli suatu barang apalagi bila ada tanda sale pada barcode harga. Hati-hati, bisa jadi ini hanya nafsu sesaat. Biasakan tak langsung membeli barang yang menggoda perhatian Anda. Pulanglah dan pikirkan apa Anda benar-benar membutuhkannya. Bila ternyata tidak, Anda tak perlu menyesal karena sudah membuang uang untuk hal yang tak perlu, kan?

  • 12. Olahraga
Apa hubungannya olahraga dengan uang yang terkumpul? Rajin berolahraga akan membuat tubuh lebih sehat dan terjauh dari penyakit. Dengan begitu, Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat ke dokter.

  • 13. Jual kembali
Terlalu banyak barang yang jarang terpakai di rumah? Coba deh Anda tawarkan kepada teman atau jual via online. Anda bisa membeli barang baru dari hasil jualan dan bisa menabung lebih banyak lagi, kan?

  • 14. Bijak dengan credit card
Sah-sah saja bila Anda ingin menggunakan kartu kredit, tapi ada baiknya menggunakannya secara bijak. Gunakan hanya untuk keperluan penting atau Anda bisa menggunakannya untuk membayar sesuatu yang menguntungkan. Misalnya, dengan menggunakan kartu kredit untuk pembayaran tiket penerbangan tertentu, Anda akan mendapat diskon biaya penginapan. Lebih hemat, kan?

  • 15. Belanja dengan point reward
Kalau mendapat tagihan kartu kredit, jangan hanya dilihat jumlah tagihannya saja, tapi juga intip point reward-nya. Daripada point reward Anda terbuang percuma, cobalah manfaatkan poin-poin tersebut untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Sumber: kompas.com

Monday, January 4, 2010

8 Resolusi Keuangan untuk Tahun Baru

BY tyasjetra IN , , 18 comments

perencanaan keuanganSaat membuat resolusi tahun baru, hal-hal yang ada dalam daftar kita biasanya: mulai berolahraga, mulai diet, atau membeli mobil. Lalu, kapan giliran meresolusi kesehatan keuangan kita? Bukankah keuangan juga sama pentingnya dengan kesehatan? Sehat, tetapi rekening di bank kosong, tidak enak juga kan?

Untuk mulai menjalani gaya hidup yang lebih hemat (dan pangkal kaya), coba ikuti resolusi keuangan tahun baru berikut ini:

  • 1. Tidak berbelanja berlebihan
Membawa kartu kredit memang ringkas, tetapi kemudahan menggunakannya juga membuat Anda akan terlalu banyak menghabiskan uang. Bila Anda memang tak berniat berbelanja, maka simpan kartu kredit Anda di rumah. Selain itu, jangan tergoda dengan sistem belanja online yang menggunakan kartu kredit. Batasi saja, misalnya, untuk membeli tiket pesawat atau membayar voucer hotel.

  • 2. Menaati budget
Anda perlu tahu apa yang paling sering Anda beli dengan uang Anda. Apakah fine dining bersama keluarga di akhir pekan? Ataukah pakaian, sepatu, dan tas? Ataukah traveling setiap ada libur panjang di akhri minggu? Jika sudah tahu, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk membatasi pengeluaran dalam hal tersebut. Misalnya, traveling hanya boleh 4 kali dalam setahun. Jadwalkan hal ini di kalender setidaknya setiap bulan untuk mengevaluasi budget, membayar tagihan, dan memeriksa apakah ada pos-pos yang bisa dikurangi pengeluarannya.

  • 3. Membayar utang
Banyak cara untuk menyelesaikan utang. Salah satunya adalah dengan membayar utang dengan bunga yang tertinggi lebih dulu, setelah itu barulah yang lebih ringan. Bila Anda memang mampu, maka sebaiknya tidak hanya membayar minimum payment karena hal ini hanya akan membuat utang Anda lebih lama terselesaikan.

  • 4. Menabung lebih dulu
Anda perlu menyisihkan uang untuk ditabung, bukan menabung apa yang tersisa. Anda bisa membuka rekening baru yang dibuat khusus untuk menyimpan uang tabungan. Jika Anda harus membayar asuransi dengan premi tahunan, maka sisihkan juga sejumlah yang harus dibayarkan agar Anda tak kelimpungan saat harus membayar nanti.

  • 5. Simpan lebih banyak
Setiap tahun, gaji Anda pasti naik. Karena itu, simpan juga lebih banyak. Selain dengan menyisihkan sejumlah kenaikan gaji tersebut, kurangi juga beberapa pengeluaran lain yang tidak perlu. Misalnya, berlangganan majalah (padahal Anda tak pernah sempat membacanya sampai habis).

  • 6. Siapkan tabungan pensiun
Rasanya masih lama sekali, ya, tapi menabung untuk masa pensiun adalah tindakan bijaksana. Anda bisa memilih sistem direct deposit yang akan menyisihkan gaji yang masuk langsung ke rekening yang Anda pilih, atau memilih produk asuransi dengan fasilitas untuk menabung atau investasi.

  • 7. Pilih asuransi yang tepat
Sebagai contoh, jika Anda mempunyai anak, maka asuransi pendidikan bisa menjadi pilihan. Jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak menyediakan fasilitas penggantian uang dokter yang menguntungkan, maka Anda bisa membuat asuransi kesehatan. Tentu, Anda harus menyimak dengan baik setiap pasal yang ada dalam dokumen asuransi tersebut supaya tidak kecewa belakangan.

  • 8. Lindungi identitas Anda
Apa hubungannya dengan masalah keuangan Anda? Yang jelas, jangan biarkan Anda menjadi korban pencurian identitas. Jangan sembarangan memberikan nomor kartu kredit saat akan berbelanja online. Pastikan situs belanja tersebut memang tepercaya. Hati-hatilah saat menyerahkan kartu kredit atau kartu ATM kepada petugas di tempat-tempat Anda menggunakannya. Awasi juga setiap pengeluaran kartu kredit atau rekening Anda setiap bulan untuk memastikan bahwa saldonya tidak berkurang tanpa sepengetahuan Anda.

Sumber: kompas.com

Monday, December 28, 2009

4 Langkah Awal Berwirausaha

BY tyasjetra IN , , 38 comments

memulai wirausahaUntuk memulai berwiraswasta sendiri diperlukan suatu keyakinan yang tinggi. Tak jarang, hal ini akan mengintimidasi seseorang. Berikut adalah 4 langkah yang perlu diperhatikan untuk memastikan debut berwiraswasta Anda berhasil.

Kenalilah Pasar Anda
Riset, riset, dan riset. Riset tentang pasar Anda, riset tentang kompetitor Anda, dan cari tahu berapa harga yang mereka pasarkan untuk produk atau jasa mereka. "Jangan lupa untuk mencoba berbincang dengan target utama Anda," saran Ellen Parlapiano, pendiri mompreneursonline.com. Cari tahu apakah mereka akan tertarik dengan apa yang Anda jual, dan apakan mereka bersedia mengeluarkan uang untuk apa yang Anda tawarkan.

Rencanakan Kesuksesan Anda
Untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dari bank, Anda akan perlu perencanaan bisnis -atau setidaknya datang dengan tujuan dan misi perusahaan. Pastikan Anda sudah tahu apa yang ingin Anda raih dalam beberapa tahun ke depan dan bagaimana cara yang akan Anda raih.

Bermain dengan Aturan
Anda tentu tak mau harus menutup perusahaan Anda tiba-tiba karena tersandung masalah perizinan, kan? Nah, karena itu, pahamilah bahwa dalam segala hal, akan ada aturan yang memikat. Mulai dari izin pendirian lembaga bisnis, hingga izin memasang iklan. Contoh lain, bahwa Anda akan butuh sertifikat jika ingin membuka sebuah lembaga jasa, misal, studio Pilates.

Sebarkan Beritanya
Anda harus jeli melihat kemungkinan pemasaran. Misal, jika pasar Anda adalah kalangan ibu-ibu, maka Anda saat ini pasti sudah tahu bahwa makin banyak ibu-ibu yang memperluas pergaulan mereka lewat internet. Anda bisa merengkuh kenyataan ibu-ibu itu senang bersosialisasi. Bahwa mereka senang menyampaikan kabar-kabar bagus (dan buruk). Cobalah untuk berinvestasi lewat iklan di sekitar tempat ibu-ibu sering berkumpul, atau membagi sampel. Atau dengan beriklan lewat milis-milis yang anggotanya ibu-ibu.

Anda bisa menggunakan platform tersebut untuk membangun komunitas pasar Anda dengan terus menginformasikan kepada mereka berita-berita terbaru dari produk/jasa Anda, sekaligus meriset akan kebutuhan dan keinginan mereka.

Sumber: kompas.com

Saturday, December 5, 2009

Tips Memberikan Tip

BY tyasjetra IN , , 43 comments

memberikan tipMemberikan tip saat ini sudah biasa dilakukan ketika kita makan di restoran, melakukan perawatan tubuh di salon, atau ketika menginap di hotel. Pada dasarnya, tip diberikan ketika kita merasa puas dengan layanan yang diberikan. Namun, seringkali kita tetap memberikan tip untuk pelayan meskipun layanannya tidak memuaskan, hanya karena supaya kita tidak dianggap pelit. Selain itu, tak perlu terprovokasi dengan pelanggan lain yang memberikan sejumlah besar tip untuk stylist di salon (padahal ongkos gunting dan blow-nya saja di bawah tip-nya). Sebab besar tip biasanya sudah ada patokan prosentasenya, kecuali Anda memang sudah sangat mengenal pelayan di salon atau restoran tersebut sehingga ingin memberikan lebih.

Jika Anda berniat memberikan tip untuk setiap pelayanan yang Anda dapatkan, sebaiknya Anda mengikuti kebiasaan yang berlaku di lokasi setempat. Berikut adalah beberapa contohnya, termasuk yang berlaku di Amerika.

Pelayan restoran: Jika restoran tersebut sudah mencantumkan service charge pada bon pembayaran (biasanya sebesar 5% dari jumlah pembelanjaan), sebenarnya Anda tidak perlu lagi memberikan tip. Namun bila Anda puas dengan pelayanan dari waiter atau waitress-nya, Anda boleh saja memberikan ekstra tip dengan prosentase yang sama. O ya, Anda juga boleh memberikan tip untuk pelayan di warung kaki lima.

Penata rambut: Biasanya yang menangani Anda ada beberapa orang, dari yang bertugas mengeramas rambut, stylist, atau colorist. Besar tip umumnya 10% dari ongkos layanan seluruhnya. Anda bisa memberi tip yang lebih besar untuk keahlian yang dimiliki penata rambutnya, jadi tip untuk stylist bisa lebih besar daripada yang mengeramas rambut. Bila tak punya uang receh, atau tak ingin repot, titipkan saja tip di kasir.

Doorman: Berikan 2 dollar jika membantu membawakan tas Anda, plus 1 dollar saat memanggilkan taksi. Untuk di Indonesia, besar tipnya kira-kira setara dengan jumlah tersebut bila dirupiahkan.

Supir taksi: Di Amerika, supir taksi pun harus diberi tip. Jumlah sekitar 10-15% dari jumlah yang tercantum di argometer. Berikan bonus beberapa dollar jika ia membantu menaikkan atau menurunkan tas Anda.

Porter di bandara: Kebanyakan porter akan men-charge sebanyak 2 dollar untuk tas pertama. Jika mereka tidak meminta, sebaiknya Anda tetap membayarnya di kisaran jumlah tersebut. Tambahkan 1 atau 2 dollar jika ia melayani Anda dengan baik.

Housekeeping: Berikan 2 - 5 dollar sehari. Tinggalkan tip ini setiap hari, karena Anda akan menerima pelayanan dari orang yang berbeda setiap hari. Buat catatan supaya housekeeper tahu bahwa uang tersebut untuknya.

Concierge: Sekitar 5 - 10 dollar setiap kali ia membantu Anda melakukan sesuatu untuk Anda, terutama jika hal itu tidak termasuk dalam tugasnya.

Sumber: kompas.com

Saturday, November 28, 2009

9 Aturan Emas dalam Mengelola Keuangan

BY tyasjetra IN , 46 comments

mengelola keuanganBekerja keras, dan cermat mengatur keuangan, bukanlah hal-hal yang perlu Anda lakukan hanya karena Anda menjalani kewajiban. Lakukan kedua hal ini karena memungkinkan Anda memperoleh kenikmatan seutuhnya dalam menjalani hidup. Anda tidak akan menyesal ketika akhirnya mampu mencapai apa yang penting bagi hidup Anda, berkat penetapan pola hidup yang terbaik.

Untuk dapat menjalani pola hidup yang bijak dan mengelola keuangan dengan cermat, Anda bisa mengikuti 9 aturan dasar, yang boleh dikatakan sebagai aturan emas, berikut ini:

Hidup sesuai kemampuan. Agar benar-benar hidup merdeka, hiduplah sesuai kemampuan. Jika Anda selalu dililit hutang, entah kepada orang lain atau kartu kredit, Anda tak akan pernah menikmati hidup Anda seutuhnya. Atur agar Anda dapat menjalani hidup tanpa batas dengan menabung untuk hal-hal yang Anda inginkan, dan berbelanja sesuai rencana.

Bekerja keras. Pekerjaan dan gaji Anda adalah aset terbesar dalam membangun kekayaan. Lakukan yang terbaik di tempat kerja, dan ambil langkah-langkah untuk membuat diri Anda sangat dibutuhkan, untuk meraih posisi yang Anda inginkan.

Membandingkan harga. Anda tahu kan, kebiasaan ibu-ibu saat berbelanja di pasar atau di hipermarket? Mereka akan berkeliling dulu membandingkan harga antara barang merek yang satu dengan merek yang lain. Mereka baru akan memutuskan untuk membeli ketika mendapatkan harga terbaik (paling murah!). Apakah mengambil paket tur yang sedang promosi lebih murah daripada jika Anda membeli tiket pesawat dan memesan penginapan sendiri? Meskipun memakan waktu, hasil yang Anda peroleh tentu terasa lebih memuaskan.

Hindari penyesalan belakangan. Merasa bersalah itu sangat tidak menyenangkan. Karena itu, sebelum menyesal karena membeli sesuatu yang tak dapat dipakai, tanyalah pada diri Anda: Apakah saya benar-benar menyukainya? Seberapa sering saya akan memakainya? Apakah saya mampu membelinya? Bisakah saya mencari versi yang lebih murah di tempat lain?

Hindari penyesalan karena terlalu hemat. Kadangkala terlalu hemat juga bisa menyisakan penyesalan. Pernahkah Anda menemukan sesuatu barang yang sudah lama Anda impikan, namun karena Anda bertekad tidak akan tergoda, akhirnya menyesal karena tak pernah lagi melihat barang tersebut? Sekali-sekali, Anda boleh saja kok memanjakan diri. Alokasikan dana untuk sesuatu yang mungkin tidak sangat dibutuhkan, tetapi bisa membuat Anda bersemangat.

Utamakan kualitas, bukan kuantitas. Menjejali lemari Anda dengan pakaian-pakaian yang sudah tak musim lagi dalam tiga bulan, bukan cara yang cerdas dalam membelanjakan uang. Belilah barang dalam jumlah yang lebih sedikit namun tahan lama. Dengan demikian Anda akan memiliki beberapa barang berkualitas tinggi yang membuat Anda merasa layak memilikinya.

Menabung untuk sesuatu yang sudah diduga, dan yang tidak diharapkan. Kita tentu akan pensiun pada waktunya nanti, karena itu sebaiknya Anda menabung dari sekarang. Di pihak lain, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tak diharapkan, seperti PHK atau biaya kesehatan. Dengan demikian kita akan selalu mampu mengontrol keuangan meskipun hal-hal di sekitar Anda tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

Negosiasikan. Dengan kata lain, tawarlah harga semampu Anda. Pintu tidak akan tertutup sampai Anda mendengar kata "tidak". Begitu juga saat wawancara kerja. Lakukan tawar-menawar untuk hal-hal seperti gaji atau benefit lain yang dapat Anda peroleh. Yang Anda perlukan hanya kepercayaan diri untuk meminta.

Tetapkan tujuan untuk memotivasi diri. Tinjau kembali tujuan Anda ketika telah berhasil mencapai tujuan yang Anda buat sebelumnya. Entah itu menabung untuk liburan ke suatu tempat yang sudah lama Anda impikan, atau mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam karier. Pendek kata, selalu lakukan sesuatu untuk membuat Anda bergerak maju dan termotivasi.

Sumber: kompas.com

Saturday, September 12, 2009

Agar THR Tidak Asal Lewat

BY tyasjetra IN , 61 comments

Wah, tidak terasa sudah beberapa minggu Anda menjalani puasa. Tidak lama lagi Anda, para karyawan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-13. Biasanya THR akan Anda terima 2 minggu sebelum hari raya. Anda sudah merencanakan akan mempergunakan untuk apa saja THR Anda itu?

Apakah Anda ingin membeli ponsel baru atau BlackBerry idaman? Atau ingin memberikan sesuatu untuk orangtua? Atau Anda ingin memberikan sepasang baju baru bagi keponakan? Atau jangan-jangan THR Anda sudah habis untuk membayar utang kartu kredit dan bon kantor serta utang KTA (kredit tanpa agunan).

THR Itu Sebenarnya Untuk Apa, Sih ?
Perusahaan memberikan THR bagi para karyawannya, agar mereka dapat merayakan hari raya dengan khusyuk dan hikmat, dengan memberikan kebahagiaan bagi sesama yang membutuhkan uluran tangan. Saling berbagi dan memberika merupakan suatu aktivitas yang layak dilakukan dalam setiap momen, terlebih dalam merayakan hari besar yang membahagiakan. Sehingga, membeli perlengkapan dan perkakas baru bagi diri dan keluarga, merupakan sebuah aktivitas lanjutan setelah kita menyisihkan sebagian untuk mereka yang membutuhkan.

THR baru diterima sesaat sebelum hari raya, sehingga selayaknya baru dipergunakan saat berada di tangan. Jangan membeli barang apa pun dengan mempergunakan THR atau gaji masa depan, yang belum diterima. Anda akan merasa hampa dan kecewa, bila telah memakai terlebih dahulu pendapatan masa depan Anda. Karena saat Anda terima, semua sudah dipergunakan untuk membayar segala utang yang telah dibuat di masa lalu.

Manfaatkan THR Anda Kali Ini Untuk :

  • Menyelesaikan segala utang masa lalu Anda.
  • Bila masih berlebih, manfaatkan untuk memberi kebahagiaan pada orangtua, adik, atau keluarga yang lain.
  • Jangan lupa berbagi kebahagiaan dengan orang miskin dan papa, ini akan memberikan hikmat dan nikmat yang lebih berkualitas.
  • Jangan merayakan hari raya dengan utang baru. Pergunakanlah baju dan sepatu terbaik yang Anda miliki, yakinlah bahwa merayakan hari raya tidak harus dengan sesuatu yang baru. Yang terpenting bukanlah yang melekat di tubuh dan kaki Anda, melainkan apa yang Anda kenakan dalam hati dan pikiran Anda. Sesuatu yang baru, jernih, dan bersih. Selamat menata masa depan dengan memanfaatkan momen hari raya ini.

Sumber: Kompas.com

Tuesday, July 7, 2009

Kesalahan Umum Saat Mengatur Keuangan

BY tyasjetra IN , 89 comments

Setiap kali Anda mendapatkan gaji, apa yang Anda lakukan? Segera menyisihkan uang tersebut untuk membayar tagihan? Atau membaginya ke dalam pundi-pundi tabungan lain?

Ternyata, para wanita memiliki kekhawatiran bahwa mereka kurang menyisihkan cukup uang untuk masa depan. Para wanita takut mereka akan kehabisan harta di usia senja nanti. Demikian menurut Lisa Caputo dari Women & Co—sebuah situs finansial khusus wanita—yang lalu menjelaskan bahwa hal tersebut umum terjadi di antara wanita. “Wanita cenderung hidup lama, membutuhkan lebih banyak perawatan jangka panjang seiring pertambahan usia, harus mengurus keluarga, padahal tak jarang mereka tak memiliki pendapatan sendiri. Kenyataan ini harusnya menyadarkan para wanita akan pentingnya menabung sejak dini, menabung lebih banyak ketika mereka mendapatkan penghasilan lebih. Dan akhirnya, harus bisa merencanakan keuangan menjelang periode tak produktif lagi,” terang Lisa.

Riset menunjukkan bahwa wanita sering menanggung peran yang besar untuk keputusan keuangan, berfungsi sebagai kepala bagian finansial rumah tangga. Wanita tak hanya mengatur pengeluaran sehari-hari, tetapi juga segala hal yang menyangkut keuangan keluarga dan investasi jangka panjang.

Lalu, apa masalahnya? Caputo menyatakan, setidaknya ada dua kesalahan dalam pengaturan keuangan yang kerap dilakukan para wanita. Informasi ini dibutuhkan untuk merefleksi diri dan memahami masalah keuangan agar tak jatuh ke lubang yang sama berulang kali.

1. Tidak mempertahankan perencanaan keuangan.
Kebiasaan para wanita adalah menghabiskan waktu dan energi untuk memulai sebuah perencanaan keuangan, tetapi pada akhirnya mereka tak pernah melihatnya lagi. Umumnya, para wanita berpikir bahwa perencanaan keuangan hanya merupakan aktivitas jangka pendek. Padahal, kesehatan keuangan mirip seperti perkawinan, merupakan suatu perjalanan, bukan suatu tujuan. Diperlukan perawatan dan pemeliharaan keuangan agar bisa terus dalam kondisi baik.

2. Berinvestasi terlalu konservatif.
Dibandingkan pria, rata-rata wanita cenderung berinvestasi secara konservatif. Bahkan lebih banyak yang menyimpan saja uang mereka. Terlalu konservatif malah bisa membuat wanita kehabisan uang di usia lanjutnya. Ini dikarenakan uang tabungan saja tak akan kuat bertahan melawan inflasi yang akan terus terjadi. Melindungi kekuasaan wanita untuk menghamburkan uang sangat penting untuk kita semua, terutama wanita, karena wanita cenderung hidup lebih lama.

Tips untuk menyiapkan perencanaan keuangan:
  • Buat keuangan Anda fleksibel.
  • Sesuaikan keuangan Anda dengan tujuan hidup.
  • Diskusikan keuangan Anda dengan anak dan suami.
  • Pantau terus keuangan Anda setiap hari.

Menjaga dan mengurus keuangan Anda mungkin akan menghabiskan banyak waktu dan energi pada awalnya. Namun, begitu Anda sudah membuatnya menjadi kebiasaan untuk mengawasi pemasukan dan pengeluaran, akan jadi lebih mudah untuk mencapai tujuan hidup.

Sumber: kompas.com

Wednesday, March 4, 2009

Mitos dan Fakta Tentang Uang

BY tyasjetra IN , , 47 comments

Punya uang, bingung, enggak punya uang? Lebih bingung lagi. Duh, pusing. Jangan salahkan uangnya, salahkan diri kita yang keliru menilai uang. Berikut beberapa "mitos" tentang uang yang kadung melekat di kepala kita.

Tak Pernah Cukup

Mitos: Sebanyak apa pun jumlah uang yang dimiliki, kok rasanya tak pernah cukup ya. Karena itu, uang harus selalu dikejar.

Fakta: Sebanyak apa pun uang, akan selalu cukup bila Anda menggunakan dan memanfaatkannya dengan tepat. Karena itu diperlukan perencanaan dalam penggunaan dan bagaimana mendapatkannya. Anda bisa memulainya dengan menentukan berapa jumlah uang yang Anda butuhkan untuk memenuhi semua kebutuhan. Setelah itu tentukan bagaimana cara Anda mencukupi kebutuhan dengan uang yang dimiliki. Yang terpenting bukan mencari penghasilan sebesar-besarnya, tetapi bagaimana menghasilkan uang secara berkelanjutan. Lebih baik memiliki uang cukup, namun berkelanjutan daripada memiliki uang dalam jumlah besar, namun habis dalam sekejap.

Tak Sempat Mengatur Uang

Mitos: Padatnya jam kerja dan sibuknya mengatur waktu untuk keluarga, sahabat, dan pasangan, membuat Anda enggan menyusun rencana keuangan setiap bulannya.

Fakta: Menyusun anggaran keuangan tak akan menghabiskan waktu Anda kok. Bila Anda tak sempat membuat catatan keuangan secara detil, Anda cukup membuat perkiraan kasar berapa pemasukan yang Anda peroleh dan berapa sisa uang Anda setelah memenuhi segala kebutuhan. Sisihkan 10 persen dari penghasilan untuk ditabung. Setelah itu gunakan sisanya untuk membayar tagihan sehari-hari. Nah, sisa akhirnya barulah bisa Anda gunakan untuk bersenang-senang.

Uang Bisa Membeli Segalanya

Mitos: Bila memiliki banyak uang, hidup pasti terasa lebih bahagia, karena dengan uang, segala keinginan dapat terpenuhi.

Fakta: Memang akan menyenangkan bila kita bisa memuaskan segala keinginan. Namun, tak semua hal dalam hidup ini bisa dibeli uang. Kasih sayang yang Anda terima dari keluarga dan sahabat tentu tak dapat ditukar dengan uang. Kebahagiaan hidup Anda takkan bisa tergantikan dengan uang sebanyak apa pun jumlahnya. Karena itu, jangan menjadikan uang sebagai satu-satunya cara mencapai tujuan hidup.

Kartu Kredit Memudahkan Hidup

Mitos: Tak ada salahnya menggunakan kartu kredit, karena bisa dibayar di akhir bulan. Lagipula membayar iuran kartu kredit dan tagihan bulanannya takkan membuat Anda jatuh miskin.

Fakta: Bagi penerbit kartu kredit, Anda adalah sasaran empuk untuk memberi keuntungan bagi perusahaan mereka. Dua hal yang perlu Anda perhatikan tentang kartu kredit adalah jumlah minimal pembelanjaan dan suku bunga tinggi. Jika Anda biasa belanja dalam jumlah sedikit setiap bulannya, maka Anda tak perlu menggunakan kartu kredit dengan dengan batas pembelanjaan (limit) yang besar. Pasalnya, selain Anda harus membayar iuran yang lebih tinggi per bulannya, Anda juga berisiko terkena suku bunga tinggi jika terlambat membayar tagihan.

Senang-Senang Saja Dulu…

Mitos: Belum saatnya mengkhawatirkan masa tua, di usia Anda yang kini masih terbilang muda. Saat ini adalah saatnya bagi Anda untuk mencari uang dan menggunakannya sesuka hati. Masih ada puluhan tahun ke depan untuk mengumpulkan uang. Jadi, untuk apa repot menabung sekarang?

Fakta: Semakin dini Anda menabung, akan semakin banyak uang yang terkumpul di hari tua Anda nanti. Tak perlu membatasi gaya hidup Anda, tetapi usahakan untuk selalu menabung meskipun dalam jumlah sedikit. Setidaknya sisihkan sebanyak 10% untuk masuk ke rekening tabungan, sisanya bisa Anda gunakan untuk bersenang-senang. Untuk menyemangati diri, Anda bisa memberikan reward bagi diri sendiri bila berhasil menabung secara rutin setiap bulannya. Misal, setelah Anda berhasil menabung selama 2 tahun, tak ada salahnya menghadiahi diri Anda dengan membeli sesuatu atau berlibur ke tempat yang Anda inginkan.

Pendidikan Tinggi = Kaya

Mitos: Bila ingin menghasilkan banyak uang, kita harus memiliki pendidikan tinggi terlebih dulu. Semakin banyak uang yang dikeluarkan untuk menuntut ilmu, semakin besar uang yang nantinya akan Anda dapatkan.

Fakta: Mitos ini memang ada benarnya, tapi tak seratus persen benar. Kenyataannya, tak sedikit orang yang tak berpendidikan tinggi tapi memiliki aset yang sangat besar. Sebaliknya, tak sedikit orang yang memiliki latar pendidikan tinggi, tapi hidup pas-pasan. Pada dasarnya, pendidikan tinggi tak menjamin keberhasilan seseorang. Yang penting, bagaimana memanfaatkan pendidikan yang dimiliki untuk bekerja atau memilih pekerjaan yang sesuai.

Sumber: Kompas.com

Friday, October 31, 2008

Investasiku ancur..

BY tyasjetra IN , 39 comments

Dollar mulai mengerikan ya. Kemarin2 udah nyampe 12 ribu. Jadi inget waktu taun 98 dulu, dollar meroket, bunga deposito juga meroket sampe ke 60%.. Bakal kaya dulu lagi gak ya..? Waktu itu aku masih jadi pegawe Bank, jadi harus ngikutin perkembangan perekonomian dalam negri en luar negri.. Sekarang, pengetahuannya sebatas baca headline di koran2, hehe..

Investasi reksadana sahamku sekarang ini juga ancur.. Dulu waktu kejadian Black September taun 2005, pas reksadana terpuruk karena penarikan (redemption) besar2an, aku berhasil tutup mata n gak ikut2an redeem. Akhirnya, di taun 2007 awal, aku bisa panen raya..

Kalo kondisi sekarang ini, mau tutup mata kok rasanya masih pengen melek2 dikit.. Tapi kayanya harus tutup mata juga deh kaya dulu lagi.. Karena udah keburu nyungsep kalo action sekarang..

Mudah2an krisis subprime mortgage di Amrik segera beres.
Mudah2an para investor balik nanem lagi saham2 yg udah ditarik di BEI.
Mudah2an IHSG normal lagi.
Mudah2an reksadana normal lagi.
Mudah2an aku bisa panen raya lagi.

(Logika ku di atas nyambung nggak ya? Hehehe, cuma pemikiran logis seorang ibu rumah tangga yang berusaha menyederhanakan persoalan pelik.)

Friday, May 30, 2008

Jangan sampe nggak punya mimpi..

BY tyasjetra IN , , 9 comments


Tadi pagi aku mulai ngegym (lagi) setelah mungkin 6 bulan nggak pernah ngegym. Awalnya aerobic dulu, baru pegang alat. Aku udah bilang sama diriku sendiri, “Jangan maksain dulu, ini baru pertama.” Oke, aku cuma main dumble kecil2 latihan tangan. Tapi pas repetisi sambil ngaca, jadi keliatan tuh semua part of body yang selama ini pengen banget aku bagusin. Ya triceplah, perutlah, bokonglah, pahalah.. Mimpiku waktu jaman kuliah keluar lagi.. Pengen punya body kaya J Lo, hehe.. Waktu aku kuliah, lagu pertamanya J Lo yang If You Had My Love happening banget tuh. Aku sampe ngikutin dancenya yang di video klipnya itu.. Dan waktu itu, dengan sering ngegym, mimpi itu sudah pernah tercapai.. Walaupun sekarang faktor “U” udah sangat berpengaruh, tapi sah-sah aja dong kalo punya mimpi yang sama lagi..

Itulah kekuatan sebuah mimpi. Entah kita udah pernah mencapainya atau belum sama sekali, mimpi kitalah yang membuat kita terus bergerak mendekat buat mencapainya. Mimpi tentang apapun, akan membuat kita bersemangat buat bertindak.

Kita sendiri yang bisa mengukur kemampuan kita dalam usaha untuk mencapainya. Untuk mencapai body (nyaris) seperti J Lo, mungkin kita mentargetkan bisa mencapainya dalam 1 tahun. Dan itu bisa kita capai sedikit demi sedikit dari mulai membentuk perut dulu dalam 3 bulan, baru tangan dalam 2 bulan, terus paha dalam 2 bulan, terus bokong dalam 3 bulan, dan seterusnya. Itu umpama loh!

Jadi, semua mimpi atau tujuan jangka panjang kita bisa kita pecah-pecah jadi tujuan jangka pendek untuk lebih mempermudah. Itu berlaku untuk semua mimpi, bukan cuma body shaping aja. Bisa bayangin kalo kita nggak punya mimpi, nggak ada tujuan, kita cuma wira-wiri kesana kemari dan nggak tau kita akan sampe kemana.

Aku menerapkan itu dalam hal finance juga. Setiap awal tahun aku tegesin ke diriku sendiri aku harus bisa nambah uang di tabunganku, misalnya minimal 15 juta. Aku pecah-pecah jadi 12 bulan. Bisa dalam angka yang konsisten sama, atau beda-beda. Contohnya :



  • Di bulan Januari sampai Mei, aku harus bisa nabung 1 juta tiap bulan dari penghasilan tetapku.

  • Di bulan Juni n Juli, saatnya liburan panjang aku biasa jualan sexy ethnic dress n accessories rancangan sendiri di Jogja. Kalo pas liburan, Jogja penuuuuh banget pendatang, harus dimanfaatin tuh. Jadi di bulan2 itu aku harus bisa nabung masing-masing 2,5 juta.

  • Di bulan Agustus, balik kaya biasa lagi, harus nabung 1 juta.

  • Di bulan September n Oktober, ada puasa n lebaran nih. Biasanya jualan parsel, tapi berhubung banyak larangan bagi pejabat untuk menerima parsel, ganti bisnis, jadi bikin kue-kue kering, sama jualan tajil n makanan buka puasa. Harus bisa nabung masing-masing 2,5 juta.

  • Di bulan November, nabung biasa lagi, harus bisa 1 juta.

  • Di bulan Desember, ada Natal n Tahun Baru. Banyak bazaar2 akhir tahun. Ikut jualan ngabisin stock baju n accessories bulan Juli. Harus bisa nabung 2 juta.


Bukan hal yang gampang untuk commit terhadap apa yang udah direncanakan. Pas lebaran misalnya, pasti banyak dana yang harus kita keluarin buat keponakan2 n sodara2 yang lain. Ada enak n nggak enaknya punya keluarga yang (sangat) besar. Setiap lebaran, keluargaku selalu kumpul, halal bihalal, dan jumlahnya almost 100 orang. Dari Eyang, Pakde, Bude, Om, Tante, Sepupu, Keponakan, anaknya lagi, anaknya lagi, semuanya kumpul. Jadi, pastinya dana buat ngasih ke ‘pasukan petasan banting’ bisa lumayan gede. Kalo jaman aku kecil dulu, dikasih ribu2an udah seneng banget. Sekarang, buat anak-anak itu minimal 20 ribuanlah. Belum kalo mak-maknya juga ikut2an, hehe.. Nah, pengeluaran kaya gini juga udah harus direncanain jauh2 hari. Kita tetapkan sekian, n nggak boleh lebih. Rencana jumlah uang yang harus ditabung juga mungkin jadi meleset. Tapi nggak papa, yang penting kita tetep punya kontrol, jangan sampe kita malah abis-abisan saat lebaran, apalagi hanya supaya dibilang ‘oke’ sama keluarga besar.

Jadi, balik lagi, orang yang udah punya mimpilah yang bisa menyemangati dirinya untuk bertindak sesuai jalur mimpinya itu. Jangan sampe kita nggak punya mimpi, atau nggak berani mimpi. Dunia punya alat2 canggih yang tadinya nggak ada, juga awalnya cuma dari mimpi..

Gara-gara mimpi tentang J Lo itu juga, aku tadi jadi over trained. Ini badanku mulai pegel-pegel.. Besok pasti nggak bisa ngangkat tangan.. Nggak papa deh.. Seneng rasanya hari ini punya mimpi baru lagi (walaupun stock lama) soal body..

Thursday, May 29, 2008

Top Ten Reasons Women Should Embrace Personal Finance

BY tyasjetra IN , , , No comments

Barusan aku baca artikel yang pas banget buat wanita di squawkfox, terutama wanita yang merasa sudah cukup hanya dengan menggantungkan hidupnya kepada pasangannya. Yang merasa setuju dengan pendapat itu, baca www.squawkfox.com.

Top Ten Reasons Women Should Embrace Personal Finance
  1. Women live longer:
    There are some stats out there claiming women outlive men by about 7-10 years. Apparently, the average widow is 58-years-old. Now, I’m not a statistician nor do I work for Census Canada. But I do know if you happen to outlive your husband, you would be better off knowing how to manage your money so you don’t outlive your money.
  2. Women make less:
    I don’t like to admit I make less than my male counterpart. But I do. I doubt I’m a special case. I bet on average, women do make less than men, and therefore need to manage what they earn to the fullest capacity. Learning to invest what you’ve got becomes of high importance to maximize growth.
  3. Women have babies:
    It is a fact of life. Women bear children and usually take maternity leave for child rearing. During this time, women need to adjust spending and account for a new mouth to feed and clothe. Women also make little to zero income when they leave the workforce to raise families. The statisticians say for every year a woman is out of the workplace, she must work five years to recover lost income, RRSP contribution space, and promotional opportunities.
  4. Women need independence:
    Marriages end. I’m sorry to not embrace tales of Cinderella and magic pixie dust but couples DO get divorced. If your prince holds the financial purse strings you may just be back with the evil step sisters wearing a gunny sack. Too many women leave the finances to their husbands and fail to jointly participate. Women should indeed hope for the best, but plan for the worst by learning about money and how to manage it for them self.
  5. Women teach children:
    Do you want financially savvy kids? Chances are, if you know about personal finance you will teach your children the value of money. Can you think of a better gift then to install good financial habits with your kids? Ok, love is a good gift too.
  6. Women manage the household:
    We tend to do the grocery shopping, clothing shopping, home shopping, and the kid’s shopping. Since we shop for the family, we gotta know how to budget the dollars to spend wisely on food, clothing, and home. We also play a huge role in making big ticket consumer decisions, like buying appliances, cars, and real estate.
  7. Women need money in their own name:
    Women should have their own money for a sense of safety and identity. Having bank accounts, credit cards, and money in one’s own name means a women exists as more than her husband’s silent partner. She has a credit history and assets! It also is a safety measure in case a women needs to flee an abusive relationship, either alone or with her children. Keep an account in your name, and save some money for a rainy day. It might also be a good idea to be sure your name is on mortgage papers so in the eyes of the law, you clearly own stuff too.
  8. Woman have careers:
    Women work and have careers that require nurturing. We need to be able to negotiate salary, bonuses, and benefits. We need to believe we are worthy of financial success through career development and promotion.
  9. Women need empowerment:
    Saving for retirement and emergencies is very empowering. Funding a retirement plan and keeping an emergency fund empower women to leave a bad job situation, leave a bad relationship, or take a break at any time. Having money in the bank gives you options to do what you want to do, when you want to do it. Besides, the feeling of accomplishment when your money grows is really awesome.
  10. Women need to put themselves first:
    All too often women put themselves last. When it comes to women and finances, I often think of the little safety speech flight attendants give us before a flight. They always tell us to put the oxygen mask on ourselves before placing it on others. Why is this? It’s simple really, if you can’t breathe you really can’t help others breathe around you. I think this is similar with money. If you cannot embrace and master your own personal finances it really becomes hard to breathe. By investing in yourself financially and putting your own money away, you can and will be there for yourself and others in the future.
    Why do you think women should embrace personal finance?

Masih berfikir bahwa wanita nggak perlu "pandai" soal keuangan? Hare gene, salah banget bo'.. Hmm.. I wish my mom do think like me..

Investasiku di Reksadana

BY tyasjetra IN , 3 comments

Baru beberapa bulan yang lalu aku mulai invest lagi di reksadana. Udah pada tau kan kalo sekarang invest reksadana bisa mulai dari 100.000 perak? Aku juga taunya dari info2 n forum2 tentang reksadana di internet. Tadinya aku kira reksadana masih kaya dulu, waktu aku invest reksadana dulu, harus ‘breg’ naro berjuta-juta. Ternyata sekarang kita bisa ‘ngeteng’ invest reksadana.

Aku ambil 2 reksadana saham, di Manulife n Mandiri. Pilih yang masih baru, yang NAV nya belom mahal. Ini aku invest buat long term, Insya Allah nggak akan aku utak-utik minimal selama 5 taun. Maksain deh, buat masa depan. Nggak mau kan, ntar kita udah umur 50, tapi masih harus kerja keras banting tulang buat makan sehari-hari.

Yang mau intip2 soal reksadana, bisa liat list di bawah ini :

mandiri
manulife
fortis
schroders
pnm
danareksa


Mudah-mudahan rejeki ngalir lancar, biar bisa lebih banyak invest ya..

Wednesday, May 28, 2008

Jangan cuma ngeluh!

BY tyasjetra IN , , No comments

Ingin kehidupan seperti apa?
Pernah mengajukan pertanyaan itu ke diri kamu sendiri?
Trus, jawabannya apa?
Wih, ada yang langsung jawab bla bla bla dengan jelas. Oke banget!
Tapi banyak juga yang jawabannya “Nggak tau deh, pokoknya nggak seperti sekarang ini.”

Pertanyaannya, tindakan apa yang udah kamu ambil supaya kamu ‘nggak seperti sekarang ini?’

Memang, gampang sekali kalo kita cuma duduk sambil ngeluh tentang kehidupan yang kita jalani saat ini, dibanding kalo kita harus bertindak, melakukan sesuatu untuk menciptakan kehidupan yang kita inginkan.
Sebel banget nggak sih kalo denger orang yang hobinya ngeluh, nggak punya ini itu, nggak bisa begini begitu, tapi nggak ngapa-ngapain juga buat menghentikan keluhannya sendiri.. Plis dah!
Kalo kamu ngerasa kegendutan n pengen ngurangin berat badan, ya olahraga n kurangin ngemil coklat n gorengan dong.. Jangan cuma ngeluh!
Kalo kamu ngerasa keberatan dengan tagihan kartu kredit, ya kurangi atau stop pemakaiannya dong. Banyakin pake cash aja, n jangan cuma bayar minimum aja.. Jangan cuma ngeluh!
Kalo kamu ngerasa penghasilan kamu kurang, ya cari tambahan penghasilan dong.. Jangan cuma ngeluh!

Jangan pernah berfikir bahwa dengan melakukan satu hal yang sama berulang-ulang setiap hari, hasilnya akan bisa berbeda-beda. Selama cara berfikir kita, tindakan kita, nggak berubah, kita akan mendapatkan hasil yang nggak berubah juga, alias teteeeep gitu-gitu doang..

Jadi, jangan cuma ngeluh ya.. Take action!

Tuesday, May 27, 2008

Usaha kost-kostan enak juga loh..

BY tyasjetra IN , 1 comment

Mau nyambung ngobrol soal bisnis sampingan kemarin.. Aku ini seorang ibu kost juga. Alhamdulillah sekarang kamar kostku udah ada 9. Dulu awalnya cuma 2, nambah, nambah, nambah, jadi 9.

Semua anak kostku karyawati, emang waktu ngiklanin, aku cuma terima khusus karyawati. Banyak enaknya kalo yang kost pegawe. Mereka pergi pagi pulang malem. Jadi, listrik untuk AC, TV, lampu dan elektronik lain cuma kepake waktu malem aja. Ngirit banyak kan, hehe.. Dulu sempet ada mahasiswi, yang udah skripsi pula. Jarang berangkat kuliah. So, AC dll all day all night nyala terus. Mana banyak temennya pada dateng, berisik banget.. Jadi tau perasaan ibu kostku dulu waktu kuliah di Jogja, makan ati kaya aku juga kali ya.. Untung anak kostku itu cepet lulus n cepet pindah..

Pernah juga ada maling jadi anak kostku. Si maling ini baru 2 hari masuk kost. Modus operandinya, dia nyuruh temen2 (sindikat)nya pura2 mau liat kamar kost, kebetulan waktu itu masih ada beberapa yang kosong. Pas pembantu2ku sibuk ngelayanin pertanyaan orang2 itu, dia masuk area dalem rumahku n kamarku. Ya gitu deh, laptopku melayang. Yang sedihnya lagi, BPKB mobilku ada di tas laptop itu. Sebeeel…

Sejak kejadian itu, pintu batas antara area kost2an n area dalem rumahku aku bikin super secure. Emang salahku sih, sebelumnya pintu ini jarang terkunci. Siapa yang nyangka yaa.. Kirain kan gak bakal ada yang jahat, apalagi cewek. Ternyata…

Tapi overall sih, sebagai ibu kost dukanya cuma sedikit kok. Banyak sukanya. Apalagi kalo abis lebaran, pulang dari mudik, anak2 kost pasti pada kasih upeti oleh2 khas daerahnya ke ibu kost. Mungkin karena aku juga sering bawa oleh2 buat mereka kalo aku mudik yaa.. Pokoknya, enak deh jadi ibu kost..

Monday, May 26, 2008

Bisnis apa lagi ya?

BY tyasjetra IN , 4 comments

Kalo kita bicara soal penghasilan, kayanya manusia nggak ada puasnya. Apa lagi harga BBM baru aja naik, yang pastinya segera akan diikuti oleh harga barang2 kebutuhan lain juga. Trus, kalo penghasilan kita tetep segitu2 aja, cukup nggak ya buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Congratulation buat yang nggak terpengaruh sama kenaikan harga. Kalo buat aku pribadi, itu cukup berpengaruh.

Sebelum ini mungkin aku bisa menyisihkan sedikit dari penghasilanku untuk menabung dan investasi. Tapi besok, nggak tau deh. Terus terang, ngeri. Yang pasti, financial plan ku bakal meleset semua.

Alternatif buat mengantisipasi ada 2:
- Hapus pengeluaran yang nggak penting alias berhemat.
- Nambah penghasilan.

Buat point pertama, aku udah niatkan beberapa tindakan, misalnya :

  • Stop langganan majalah2 tentang lifestyle. Nggak di stop semua sih, sisain satu yang paling aku seneng.
  • Kurangi frekwensi makan di luar, ngafe, ngemall. Kalo kita jarang jalan2, selain ngirit duit, ngirit bensin juga kan.
  • Kalo belanja, harus bawa daftar belanja biar nggak kalap n ngawur.
  • Hemat listrik. AC ruang tamu n ruang makan aku ganti pake ceiling fan.
  • Untuk internet, aku mau ganti, ambil yang paket 2 in 1 sama TV cable. Berarti, TV sattelite yang aku pake sekarang harus aku stop.
  • Dll yang intinya mengencangkan ikat pinggang.

Mungkin kedengerannya kaya menyiksa banget ya? Sebenernya nggak juga, lama2 juga pasti terbiasa. Awalnya pasti repot, tapi demi masa depan it’s oke lah..

Buat point yang kedua, nambah penghasilan, masih bingung nih. Bisnis apa ya? Keinginan sih banyak, dan kayanya rencana yang aku buat, kalo dipertimbangkan dengan kemampuan dan sarana yang ada, semuanya oke. Contohnya :

  • Nambah kamar kost. (Eh, aku belum cerita ya kalo aku ini ibu kost? Ntar aku cerita di post lain tentang kost2anku ya.)
  • Jualan tas. Ambil dari kampungku di Jogja sono, trus dimodifikasi dulu biar lebih indah, trus aku titip2in ke toko2 n temen2.
  • Buka resto kecil di rumah. Menunya nggak usah macem2. Aku punya resep satu jenis makanan yang enak banget (menurut aku n temen2 deketku). Makanan utamanya itu, yang lain pelengkap aja.
  • Cari duit dari internet. Baru belajar2 nih. Ternyata banyak banget peluang bisnis di internet. Kenapa nggak dari dulu aja ya.

Masing2 rencanaku itu memang ada kendalanya. Aku lagi berhitung2 dan menimbang2, mana yang nanti akan direalisasikan. Tapi at least, aku udah punnya tujuan dan rencana. Itu udah jauh lebih baik daripada cuma bengong n berangan2 aja. Setuju kan?