Friday, May 30, 2008

The Importance of Taking Action

BY tyasjetra IN 1 comment

Enjoying a good life is common to us all. We all want the same things, good health, positive relationships, fulfilling career, and enough money to live comfortably. But, there are others that want a life of abundance and prosperity. These are the ones that have dreams of doing great things, having successful businesses, visiting interesting places, meeting extraordinary people, and having the ability to help others financially.

If you are going to enjoy a life of abundance and prosperity it will require some action. This should be obvious. But, sometimes the obvious is frequently overlooked.

You didn't get to where you are today without taking some sort of action. So, it makes sense that if you have a vision in your head about where you would like to be in the future, it will require action.

The problem with most people is, even though they may have the knowledge to do some particular thing, they lack putting the necessary action behind that knowledge.

We often hear that "knowledge is power." But, knowledge is really only power in reserve. It remains useless if it's not tapped into by applying action. Knowledge that is not put to action remains just knowledge in your head and provides no benefit. It's completely wasted.

To accomplish results, we must couple our knowledge with the necessary action to attain results. The formula for achieving results is: Knowledge x Action = Result. If you were to apply massive action to your knowledge, it would have a faster, and even greater impact on your life.

Why is it that most people find it difficult to put the necessary action behind their knowledge? I believe it is nothing more than a lack of belief.

Your belief system is the driving force behind your behaviors and your results. If you can change your beliefs, you will change your behaviors. When you change your behaviors, you will change your results. Then, when you change your results, you will change your life.

Now, many things can keep one from believing. But, I think the biggest factor that keeps one from believing is fear. It is a fact that it takes courage to succeed. But, keep in mind that courage isn't the absence of fear, it's the ability to press on despite the presence of fear. Many times, the solution to any fear is simply to do the thing you fear. It's amazing how the fear will disappear!

The smallest of actions, even the ones that seem trivial and insignificant, can lead to great success. It's been said that, "Actions, like pictures, are worth a thousand words."

Without action, you could have the greatest idea and the greatest plan in the world and you would still fail. Whereas a modest idea and an incomplete plan often produces success when accompanied by enough action.

You just got to get moving. Sir Isaac Newton's principle that states a "body at rest tends to remain at rest and a body in motion tends to remain in motion," definitely applies to the action principle. Once you've taken the first step, the next steps seem easier to take.

It's a natural law that if you do nothing, nothing will happen; if you take minimum action, results are going to be minimal; but, if you take massive action, then you will be rewarded with massive results.Hugely successful people, the kind who go from mediocre to millions almost overnight, know that the major key to their success was taking massive action.

If you want to become hugely successful you must start at the beginning. Most beginnings are small, and appear trivial and insignificant, but in reality they are extremely important.

It's not only the right beginning that is important, it's beginning in the first place. It's about applying that powerful little six-letter-word called "action."

By: Daniel N. Brown

Jangan sampe nggak punya mimpi..

BY tyasjetra IN , , 9 comments


Tadi pagi aku mulai ngegym (lagi) setelah mungkin 6 bulan nggak pernah ngegym. Awalnya aerobic dulu, baru pegang alat. Aku udah bilang sama diriku sendiri, “Jangan maksain dulu, ini baru pertama.” Oke, aku cuma main dumble kecil2 latihan tangan. Tapi pas repetisi sambil ngaca, jadi keliatan tuh semua part of body yang selama ini pengen banget aku bagusin. Ya triceplah, perutlah, bokonglah, pahalah.. Mimpiku waktu jaman kuliah keluar lagi.. Pengen punya body kaya J Lo, hehe.. Waktu aku kuliah, lagu pertamanya J Lo yang If You Had My Love happening banget tuh. Aku sampe ngikutin dancenya yang di video klipnya itu.. Dan waktu itu, dengan sering ngegym, mimpi itu sudah pernah tercapai.. Walaupun sekarang faktor “U” udah sangat berpengaruh, tapi sah-sah aja dong kalo punya mimpi yang sama lagi..

Itulah kekuatan sebuah mimpi. Entah kita udah pernah mencapainya atau belum sama sekali, mimpi kitalah yang membuat kita terus bergerak mendekat buat mencapainya. Mimpi tentang apapun, akan membuat kita bersemangat buat bertindak.

Kita sendiri yang bisa mengukur kemampuan kita dalam usaha untuk mencapainya. Untuk mencapai body (nyaris) seperti J Lo, mungkin kita mentargetkan bisa mencapainya dalam 1 tahun. Dan itu bisa kita capai sedikit demi sedikit dari mulai membentuk perut dulu dalam 3 bulan, baru tangan dalam 2 bulan, terus paha dalam 2 bulan, terus bokong dalam 3 bulan, dan seterusnya. Itu umpama loh!

Jadi, semua mimpi atau tujuan jangka panjang kita bisa kita pecah-pecah jadi tujuan jangka pendek untuk lebih mempermudah. Itu berlaku untuk semua mimpi, bukan cuma body shaping aja. Bisa bayangin kalo kita nggak punya mimpi, nggak ada tujuan, kita cuma wira-wiri kesana kemari dan nggak tau kita akan sampe kemana.

Aku menerapkan itu dalam hal finance juga. Setiap awal tahun aku tegesin ke diriku sendiri aku harus bisa nambah uang di tabunganku, misalnya minimal 15 juta. Aku pecah-pecah jadi 12 bulan. Bisa dalam angka yang konsisten sama, atau beda-beda. Contohnya :



  • Di bulan Januari sampai Mei, aku harus bisa nabung 1 juta tiap bulan dari penghasilan tetapku.

  • Di bulan Juni n Juli, saatnya liburan panjang aku biasa jualan sexy ethnic dress n accessories rancangan sendiri di Jogja. Kalo pas liburan, Jogja penuuuuh banget pendatang, harus dimanfaatin tuh. Jadi di bulan2 itu aku harus bisa nabung masing-masing 2,5 juta.

  • Di bulan Agustus, balik kaya biasa lagi, harus nabung 1 juta.

  • Di bulan September n Oktober, ada puasa n lebaran nih. Biasanya jualan parsel, tapi berhubung banyak larangan bagi pejabat untuk menerima parsel, ganti bisnis, jadi bikin kue-kue kering, sama jualan tajil n makanan buka puasa. Harus bisa nabung masing-masing 2,5 juta.

  • Di bulan November, nabung biasa lagi, harus bisa 1 juta.

  • Di bulan Desember, ada Natal n Tahun Baru. Banyak bazaar2 akhir tahun. Ikut jualan ngabisin stock baju n accessories bulan Juli. Harus bisa nabung 2 juta.


Bukan hal yang gampang untuk commit terhadap apa yang udah direncanakan. Pas lebaran misalnya, pasti banyak dana yang harus kita keluarin buat keponakan2 n sodara2 yang lain. Ada enak n nggak enaknya punya keluarga yang (sangat) besar. Setiap lebaran, keluargaku selalu kumpul, halal bihalal, dan jumlahnya almost 100 orang. Dari Eyang, Pakde, Bude, Om, Tante, Sepupu, Keponakan, anaknya lagi, anaknya lagi, semuanya kumpul. Jadi, pastinya dana buat ngasih ke ‘pasukan petasan banting’ bisa lumayan gede. Kalo jaman aku kecil dulu, dikasih ribu2an udah seneng banget. Sekarang, buat anak-anak itu minimal 20 ribuanlah. Belum kalo mak-maknya juga ikut2an, hehe.. Nah, pengeluaran kaya gini juga udah harus direncanain jauh2 hari. Kita tetapkan sekian, n nggak boleh lebih. Rencana jumlah uang yang harus ditabung juga mungkin jadi meleset. Tapi nggak papa, yang penting kita tetep punya kontrol, jangan sampe kita malah abis-abisan saat lebaran, apalagi hanya supaya dibilang ‘oke’ sama keluarga besar.

Jadi, balik lagi, orang yang udah punya mimpilah yang bisa menyemangati dirinya untuk bertindak sesuai jalur mimpinya itu. Jangan sampe kita nggak punya mimpi, atau nggak berani mimpi. Dunia punya alat2 canggih yang tadinya nggak ada, juga awalnya cuma dari mimpi..

Gara-gara mimpi tentang J Lo itu juga, aku tadi jadi over trained. Ini badanku mulai pegel-pegel.. Besok pasti nggak bisa ngangkat tangan.. Nggak papa deh.. Seneng rasanya hari ini punya mimpi baru lagi (walaupun stock lama) soal body..

Thursday, May 29, 2008

Top Ten Reasons Women Should Embrace Personal Finance

BY tyasjetra IN , , , No comments

Barusan aku baca artikel yang pas banget buat wanita di squawkfox, terutama wanita yang merasa sudah cukup hanya dengan menggantungkan hidupnya kepada pasangannya. Yang merasa setuju dengan pendapat itu, baca www.squawkfox.com.

Top Ten Reasons Women Should Embrace Personal Finance
  1. Women live longer:
    There are some stats out there claiming women outlive men by about 7-10 years. Apparently, the average widow is 58-years-old. Now, I’m not a statistician nor do I work for Census Canada. But I do know if you happen to outlive your husband, you would be better off knowing how to manage your money so you don’t outlive your money.
  2. Women make less:
    I don’t like to admit I make less than my male counterpart. But I do. I doubt I’m a special case. I bet on average, women do make less than men, and therefore need to manage what they earn to the fullest capacity. Learning to invest what you’ve got becomes of high importance to maximize growth.
  3. Women have babies:
    It is a fact of life. Women bear children and usually take maternity leave for child rearing. During this time, women need to adjust spending and account for a new mouth to feed and clothe. Women also make little to zero income when they leave the workforce to raise families. The statisticians say for every year a woman is out of the workplace, she must work five years to recover lost income, RRSP contribution space, and promotional opportunities.
  4. Women need independence:
    Marriages end. I’m sorry to not embrace tales of Cinderella and magic pixie dust but couples DO get divorced. If your prince holds the financial purse strings you may just be back with the evil step sisters wearing a gunny sack. Too many women leave the finances to their husbands and fail to jointly participate. Women should indeed hope for the best, but plan for the worst by learning about money and how to manage it for them self.
  5. Women teach children:
    Do you want financially savvy kids? Chances are, if you know about personal finance you will teach your children the value of money. Can you think of a better gift then to install good financial habits with your kids? Ok, love is a good gift too.
  6. Women manage the household:
    We tend to do the grocery shopping, clothing shopping, home shopping, and the kid’s shopping. Since we shop for the family, we gotta know how to budget the dollars to spend wisely on food, clothing, and home. We also play a huge role in making big ticket consumer decisions, like buying appliances, cars, and real estate.
  7. Women need money in their own name:
    Women should have their own money for a sense of safety and identity. Having bank accounts, credit cards, and money in one’s own name means a women exists as more than her husband’s silent partner. She has a credit history and assets! It also is a safety measure in case a women needs to flee an abusive relationship, either alone or with her children. Keep an account in your name, and save some money for a rainy day. It might also be a good idea to be sure your name is on mortgage papers so in the eyes of the law, you clearly own stuff too.
  8. Woman have careers:
    Women work and have careers that require nurturing. We need to be able to negotiate salary, bonuses, and benefits. We need to believe we are worthy of financial success through career development and promotion.
  9. Women need empowerment:
    Saving for retirement and emergencies is very empowering. Funding a retirement plan and keeping an emergency fund empower women to leave a bad job situation, leave a bad relationship, or take a break at any time. Having money in the bank gives you options to do what you want to do, when you want to do it. Besides, the feeling of accomplishment when your money grows is really awesome.
  10. Women need to put themselves first:
    All too often women put themselves last. When it comes to women and finances, I often think of the little safety speech flight attendants give us before a flight. They always tell us to put the oxygen mask on ourselves before placing it on others. Why is this? It’s simple really, if you can’t breathe you really can’t help others breathe around you. I think this is similar with money. If you cannot embrace and master your own personal finances it really becomes hard to breathe. By investing in yourself financially and putting your own money away, you can and will be there for yourself and others in the future.
    Why do you think women should embrace personal finance?

Masih berfikir bahwa wanita nggak perlu "pandai" soal keuangan? Hare gene, salah banget bo'.. Hmm.. I wish my mom do think like me..

Investasiku di Reksadana

BY tyasjetra IN , 3 comments

Baru beberapa bulan yang lalu aku mulai invest lagi di reksadana. Udah pada tau kan kalo sekarang invest reksadana bisa mulai dari 100.000 perak? Aku juga taunya dari info2 n forum2 tentang reksadana di internet. Tadinya aku kira reksadana masih kaya dulu, waktu aku invest reksadana dulu, harus ‘breg’ naro berjuta-juta. Ternyata sekarang kita bisa ‘ngeteng’ invest reksadana.

Aku ambil 2 reksadana saham, di Manulife n Mandiri. Pilih yang masih baru, yang NAV nya belom mahal. Ini aku invest buat long term, Insya Allah nggak akan aku utak-utik minimal selama 5 taun. Maksain deh, buat masa depan. Nggak mau kan, ntar kita udah umur 50, tapi masih harus kerja keras banting tulang buat makan sehari-hari.

Yang mau intip2 soal reksadana, bisa liat list di bawah ini :

mandiri
manulife
fortis
schroders
pnm
danareksa


Mudah-mudahan rejeki ngalir lancar, biar bisa lebih banyak invest ya..

Wednesday, May 28, 2008

Jangan cuma ngeluh!

BY tyasjetra IN , , No comments

Ingin kehidupan seperti apa?
Pernah mengajukan pertanyaan itu ke diri kamu sendiri?
Trus, jawabannya apa?
Wih, ada yang langsung jawab bla bla bla dengan jelas. Oke banget!
Tapi banyak juga yang jawabannya “Nggak tau deh, pokoknya nggak seperti sekarang ini.”

Pertanyaannya, tindakan apa yang udah kamu ambil supaya kamu ‘nggak seperti sekarang ini?’

Memang, gampang sekali kalo kita cuma duduk sambil ngeluh tentang kehidupan yang kita jalani saat ini, dibanding kalo kita harus bertindak, melakukan sesuatu untuk menciptakan kehidupan yang kita inginkan.
Sebel banget nggak sih kalo denger orang yang hobinya ngeluh, nggak punya ini itu, nggak bisa begini begitu, tapi nggak ngapa-ngapain juga buat menghentikan keluhannya sendiri.. Plis dah!
Kalo kamu ngerasa kegendutan n pengen ngurangin berat badan, ya olahraga n kurangin ngemil coklat n gorengan dong.. Jangan cuma ngeluh!
Kalo kamu ngerasa keberatan dengan tagihan kartu kredit, ya kurangi atau stop pemakaiannya dong. Banyakin pake cash aja, n jangan cuma bayar minimum aja.. Jangan cuma ngeluh!
Kalo kamu ngerasa penghasilan kamu kurang, ya cari tambahan penghasilan dong.. Jangan cuma ngeluh!

Jangan pernah berfikir bahwa dengan melakukan satu hal yang sama berulang-ulang setiap hari, hasilnya akan bisa berbeda-beda. Selama cara berfikir kita, tindakan kita, nggak berubah, kita akan mendapatkan hasil yang nggak berubah juga, alias teteeeep gitu-gitu doang..

Jadi, jangan cuma ngeluh ya.. Take action!

Tuesday, May 27, 2008

Usaha kost-kostan enak juga loh..

BY tyasjetra IN , 1 comment

Mau nyambung ngobrol soal bisnis sampingan kemarin.. Aku ini seorang ibu kost juga. Alhamdulillah sekarang kamar kostku udah ada 9. Dulu awalnya cuma 2, nambah, nambah, nambah, jadi 9.

Semua anak kostku karyawati, emang waktu ngiklanin, aku cuma terima khusus karyawati. Banyak enaknya kalo yang kost pegawe. Mereka pergi pagi pulang malem. Jadi, listrik untuk AC, TV, lampu dan elektronik lain cuma kepake waktu malem aja. Ngirit banyak kan, hehe.. Dulu sempet ada mahasiswi, yang udah skripsi pula. Jarang berangkat kuliah. So, AC dll all day all night nyala terus. Mana banyak temennya pada dateng, berisik banget.. Jadi tau perasaan ibu kostku dulu waktu kuliah di Jogja, makan ati kaya aku juga kali ya.. Untung anak kostku itu cepet lulus n cepet pindah..

Pernah juga ada maling jadi anak kostku. Si maling ini baru 2 hari masuk kost. Modus operandinya, dia nyuruh temen2 (sindikat)nya pura2 mau liat kamar kost, kebetulan waktu itu masih ada beberapa yang kosong. Pas pembantu2ku sibuk ngelayanin pertanyaan orang2 itu, dia masuk area dalem rumahku n kamarku. Ya gitu deh, laptopku melayang. Yang sedihnya lagi, BPKB mobilku ada di tas laptop itu. Sebeeel…

Sejak kejadian itu, pintu batas antara area kost2an n area dalem rumahku aku bikin super secure. Emang salahku sih, sebelumnya pintu ini jarang terkunci. Siapa yang nyangka yaa.. Kirain kan gak bakal ada yang jahat, apalagi cewek. Ternyata…

Tapi overall sih, sebagai ibu kost dukanya cuma sedikit kok. Banyak sukanya. Apalagi kalo abis lebaran, pulang dari mudik, anak2 kost pasti pada kasih upeti oleh2 khas daerahnya ke ibu kost. Mungkin karena aku juga sering bawa oleh2 buat mereka kalo aku mudik yaa.. Pokoknya, enak deh jadi ibu kost..

Kenalin, Ularku namanya Lolita

BY tyasjetra IN , 1 comment


Iya, aku punya ular, namanya Lolita. Aku mulai pelihara dia tanggal 16 Desember 2007. Waktu itu dia masih baby, kira-kira baru sebulan umurnya. Gedenya baru sejempol tanganku, panjangnya 90 centi. Sekarang, gendutnya udah se lengan atasku. Itu kalo dia belum makan loh, kalo lagi kenyang, bisa sebetisku lah. Panjangnya berapa ya, 2 meter lebih mungkin. Susah ngukur panjangnya.

Lolita ku ini jenisnya retic alias phyton. Nggak berbisa. Bahayanya kalo membelit. Dan kalo nggigit tentunya. Bukan karena bisanya, tapi karena luka gigitannya. Aku udah dua kali digigit. Yang pertama waktu dia masih kecil. Bekas gigitannya nggak keliatan, cuma titik dua aja. Gampang ilang. Yang kedua kali, dia udah gede. Dan nggigitnya pas kena ruas jari kelingking. Lumayan sakit.

Aku pelihara ular karena ikut-ikutan adikku di Jogja. Kalo dia bener-bener reptil lover. Segala reptil dari buaya, biawak, ular berbagai jenis, iguana, sampe kodok n kura2 dia pelihara. Cita-citanya mau jadi pawang kali yaa.. Tapi yang dia pelihara juga nggak ada yang jenis berbisa kok. No worries.. Dia n komunitas reptilnya ngerti banget tuh bahasa latinnya jenis-jenis reptil. Yang aku pernah denger, namanya keren-keren, susah diinget tapinya. Aku sih taunya cuma Lolitaku ini, Retic alias Phyton alias Sanca.

Waktu Lolita masih kecil, makanannya tikus putih. Aku sampe sempet beternak tikus putih dulu, hehe.. Soalnya, Lolita makannya banyak, ribet kalo sering-sering ke Pasar Pramuka atau ke Barito beli tikus. Mana sekarang Barito udah digusur pula. Sekarang, setelah remaja, ciee…, Lolita makannya binatang yang sudah agak lebih besar. Nggak usah diceritain ya.. Cerita lucu-lucuannya Lolita aja deh.

Dulu aku sering ngajak Lolita ngomong, kaya kalo pelihara anjing atau kucing gitu.. Pas adikku dateng ke Jakarta, aku show off keakrabanku sama Lolita Tapi, pas aku lagi ngajak ngomong Lolita, adikku nyeletuk, “Percuma, mbak Ning, ular tuh nggak punya kuping, nggak bakal denger kita ngomong apa. Biar lulut (patuh), bukan diajak ngomong, tapi sering dipegang2 aja..” O’oo.. Baru tau.. Salah asuhan dong..

Oya, nama Lolita juga ada artinya loh. LO itu dari uLO (ular, bahasa jawa), LI itu dari peLIharaan, TA itu dari perTAma. Jadi, Lolita itu ular peliharaan pertamaku. Agak maksa ya? Hehe, iya sih.. Abis, bingung, tadinya mau dikasih nama Dewi Persik karena dia suka meliuk-liuk sambil kayang-kayang gitu.. Tapi ntar dia keseringan masuk infotainment.. Kalah dong yang punya.. Trus, sebenernya aku juga blom tau jenis kelaminnya Lolita apa. Adikku janji mau bawa alat buat meriksa itu, tapi belum jadi-jadi juga.. Mudah-mudahan sih emang cewek, kalo ternyata cowok, ganti jadi……. Apa ya.. Lalito, apa Lolianto, hee..

Dia lagi tidur nih sekarang. Barusan abis ganti kulit. Besok harus kasih makan yang banyak. Abis ganti kulit biasanya dia laper berat..

Udah ya, cerita tentang Lolita ku..

Monday, May 26, 2008

Bisnis apa lagi ya?

BY tyasjetra IN , 4 comments

Kalo kita bicara soal penghasilan, kayanya manusia nggak ada puasnya. Apa lagi harga BBM baru aja naik, yang pastinya segera akan diikuti oleh harga barang2 kebutuhan lain juga. Trus, kalo penghasilan kita tetep segitu2 aja, cukup nggak ya buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Congratulation buat yang nggak terpengaruh sama kenaikan harga. Kalo buat aku pribadi, itu cukup berpengaruh.

Sebelum ini mungkin aku bisa menyisihkan sedikit dari penghasilanku untuk menabung dan investasi. Tapi besok, nggak tau deh. Terus terang, ngeri. Yang pasti, financial plan ku bakal meleset semua.

Alternatif buat mengantisipasi ada 2:
- Hapus pengeluaran yang nggak penting alias berhemat.
- Nambah penghasilan.

Buat point pertama, aku udah niatkan beberapa tindakan, misalnya :

  • Stop langganan majalah2 tentang lifestyle. Nggak di stop semua sih, sisain satu yang paling aku seneng.
  • Kurangi frekwensi makan di luar, ngafe, ngemall. Kalo kita jarang jalan2, selain ngirit duit, ngirit bensin juga kan.
  • Kalo belanja, harus bawa daftar belanja biar nggak kalap n ngawur.
  • Hemat listrik. AC ruang tamu n ruang makan aku ganti pake ceiling fan.
  • Untuk internet, aku mau ganti, ambil yang paket 2 in 1 sama TV cable. Berarti, TV sattelite yang aku pake sekarang harus aku stop.
  • Dll yang intinya mengencangkan ikat pinggang.

Mungkin kedengerannya kaya menyiksa banget ya? Sebenernya nggak juga, lama2 juga pasti terbiasa. Awalnya pasti repot, tapi demi masa depan it’s oke lah..

Buat point yang kedua, nambah penghasilan, masih bingung nih. Bisnis apa ya? Keinginan sih banyak, dan kayanya rencana yang aku buat, kalo dipertimbangkan dengan kemampuan dan sarana yang ada, semuanya oke. Contohnya :

  • Nambah kamar kost. (Eh, aku belum cerita ya kalo aku ini ibu kost? Ntar aku cerita di post lain tentang kost2anku ya.)
  • Jualan tas. Ambil dari kampungku di Jogja sono, trus dimodifikasi dulu biar lebih indah, trus aku titip2in ke toko2 n temen2.
  • Buka resto kecil di rumah. Menunya nggak usah macem2. Aku punya resep satu jenis makanan yang enak banget (menurut aku n temen2 deketku). Makanan utamanya itu, yang lain pelengkap aja.
  • Cari duit dari internet. Baru belajar2 nih. Ternyata banyak banget peluang bisnis di internet. Kenapa nggak dari dulu aja ya.

Masing2 rencanaku itu memang ada kendalanya. Aku lagi berhitung2 dan menimbang2, mana yang nanti akan direalisasikan. Tapi at least, aku udah punnya tujuan dan rencana. Itu udah jauh lebih baik daripada cuma bengong n berangan2 aja. Setuju kan?

Mulai Nge-BLOG Lagi

BY tyasjetra IN , No comments

Posting pertamaku..

Mau nulis apa ya..?

Setiap orang punya banyak pengalaman, masukan dan benturan yang terjadi di kehidupannya. Apakah semua peristiwa dan persoalan yang dialami oleh seseorang membuat orang itu semakin baik, semakin mundur atau sama saja? Pasti tergantung bagaimana orang itu MEMILIH cara untuk menghadapi, mengatasi dan memandang persoalan tersebut.

Buat aku sendiri, semua yang aku alami membuatku jadi semakin...kuat. Apa orang lain juga menilai aku seperti itu ya? Hhmmm, kayanya aku nggak peduli..

Duniaku, aku ciptakan untukku sendiri, dengan bentuk yang keras tapi manis. Harus baik hasilnya buat aku, semoga baik hasilnya buat orang lain juga. Kalo nyatanya nggak, ya maaf.. I didn't mean to..


Horee, hari ini aku berbuat baik untuk diriku sendiri.. Apa aja tuh?

Topup reksadanaku di Bank Mandiri.
Udah 2 bulan nggak topup, males sih.. Abis, nggak bisa autodebit, harus dateng ke cabang. Sebenernya cabangnya deket juga sih, tapi ngantri. Harus pagi pula, biar dapet NAV hari itu.

Daftar fitness di deket rumah.
Mudah2an kali ini bisa rajin. Nggak cuma anget2 tai ayam. Berat badan sih stabil dari dulu, tapi lemak udah ada dimana2. Kalo lagi angkat tangan buat dadah2, lengan atas tampak kurang sedap dipandang, hehe. Tadi udah liat tempat aerobicnya. Rapi n bersih. N khusus cewek, itu asiknya.

Udah dulu ya, c u tomorrow.. I hope.