Monday, July 7, 2008

Angela's Message

BY tyas indree IN 23 comments

Diambil dari Chicken Soup for the Woman's Soul


Ketika Angela masih amat muda, usia dua atau tiga tahun atau sekitar itu.
Ibu dan Ayahnya mengajarnya, untuk jangan pernah mengatakan TIDAK.
Mereka mengajarkan bahwa dia harus setuju dengan apa saja yang mereka katakan.
Dan jika dia tidak menurut, dia dipukul lalu disuruh pergi tidur.

Maka Angela pun tumbuh, menjadi anak yang paling penurut.
Dia tak pernah marah, tak pernah liar. Dia selalu berbagi, selalu penuh perhatian.
Dia tak pernah berkelahi, dan tak mempersoalkan apa yang dikatakan orangtuanya.
Dia yakin mereka benar.

Angela adalah murid yang sukses di sekolah.
Dan seperti yang Anda duga, dia mengikuti semua peraturan.
Guru-gurunya mengatakan dia keturunan orang baik-baik, begitu tenang dan begitu baik.
Tapi apa yang dirasakan Angela dalam hati mereka tak pernah mengerti.

Angela memiliki banyak teman, yang menyukai senyumnya.
Mereka tahu dia adalah gadis yang selalu memberikan lebih.
Bahkan saat sedang sakit dan butuh istirahat, ketika seseorang meminta bantuannya,
dia selalu menjawab YA.

Ketika Angela berusia 33 tahun, dia adalah istri seorang pengacara.
Dia memiliki rumah dan keluarga, dan kehidupan yang baik di pinggir kota.
Dia mempunyai putri kecil berusia 4 tahun, dan bocah lelaki 9 tahun.
Jika seseorang bertanya bagaimana perasaannya, dia selalu mengatakan, "baik-baik saja."

Namun di suatu malam dingin, saat keluarganya sedang tidur.
Dia terbaring dalam keadaan sadar, dan pikiran2 ganjil berkecamuk di kepalanya.
Dia tak tahu mengapa atau bagaimana, tapi ia ingin hidupnya berakhir.
Ia memohon kpd Siapapun yg telah menempatkannya disini, untuk mengambilnya kembali.

Lalu ia mendengar, dari kedalaman dirinya.
Satu suara yang lembut dan lemah.
Suara itu hanya mengatakan satu kata saja.
Dan kata itu adalah TIDAK.

Sejak saat itu Angela tahu dgn pasti, apa yg seharusnya ia lakukan.
Hidupnya bergantung pada kata itu, dan kemudian inilah yg didengar orang2 yg dicintainya,
TIDAK, aku tidak mau;
TIDAK, aku tidak setuju;
TIDAK, kamu sendiri yg harus mengatasinya;
TIDAK, bagiku itu keliru;
TIDAK, aku ingin yang lain;
TIDAK, itu sangat menyakitkan;
TIDAK, aku capek;
TIDAK, aku sibuk;
TIDAK, TIDAK, aku lebih suka TIDAK.

Keluarganya sangatlah kaget, teman2nya terperanjat.
Angela kini berbeda, dapat Anda lihat pada matanya.
Mereka tak lagi mendapatkan kepasrahan seorang penurut.
Sejak malam itu tiga tahun yg lalu, ketika Angela memperoleh izin utk mengatakan TIDAK.

Kini Angela, 36 tahun, adalah seorang pribadi, seorang ibu, dan seorang istri.
Dia tahu di mana harus memulai dan berhenti, dia memiliki hidupnya sendiri.
Dia memiliki bakat dan ambisi, dia memiliki perasaan , kebutuhan dan tujuan.
Dia memiliki uang di Bank, dan berani berpendapat dalam suatu diskusi.

Kepada putra-putrinya dia mengatakan,
"Memang baik kalau kita setuju."
"Tapi jika kalian tak bisa mengatakan TIDAK, kalian tak akan pernah menjadi dewasa sebagaimana harusnya."
"Karena Mama tahu, terkadang Mama salah."
"Dan karena Mama sangat mencintai kalian."
"Kalian tetaplah malaikat-malaikat Mama, bahkan jika kalian berkata TIDAK kepada Mama."



Barbara K. Bassett

23 comments:

  1. emang kita kudu ngajarin anak2 buat bersikap asertif yah, kerna selalu bilang "iya" itu bukan solusi yang baik, kan?

    gw juga suka banget baca chicken soup loh.. (*toss lagii*)

    ReplyDelete
  2. nice story! berani bilang tidak saat diperlukan memang termasuk ciri kedewasaan. itu tandanya qt menghargai diri-sendiri. kalau qt menghargai diri-sendiri, orang laen biasanya latah, ngikut menghargai qt :)
    yg jangan itu klw sebenarnya qt pgn bilang iya tp keluarnya tidak ;)

    ReplyDelete
  3. @precious gift: emang yah.. lagian kalo anak2 nggak ada bandel2nya juga nggak seru..!!

    *toss lagii* jangan2 kita sodara kembar, si kembar menye2, pemikir dan hobi temehek-mehek..

    @st_hart: setuju.. itu salah satu cara meningkatkan 'value' kita di depan org lain..
    kalo bisa bilang iya, tp keluarnya tidak, itu sih.."ogah rugi".. hehe..

    ReplyDelete
  4. kasian angela.. dia tertekan krn harus mengikuti keinginan org lain. temenku ada yg ibunya cenderung galak. di rumah dia baik, tp klo di luar jd liar..

    ReplyDelete
  5. @dee: jgn diikutin ya dee..
    mending di rumah n di luar sama bandelnya, asal bandel2 wajar..

    ReplyDelete
  6. kalo masih kecil bandel sih gak masalah... nah kalo dah gede bandel... waduh... cepek dech.... hiks...hiks...

    ReplyDelete
  7. @masenchipz: kayanya masenchipz kecilnya alim, tuanya alim.. tp ntar tua bangetnya baru bandel deh.. hihi..

    ReplyDelete
  8. Nice story.... memang sebagai manusia kita harus berani mengatakan tidak, apalagi yang bertentangan dengan hti nurani kita..
    Thx 4 sharing

    ReplyDelete
  9. Good post Tyas!
    Aku lebih setuju untuk mengajari anakku berani berkata "TIDAK" untuk hal-hal yang memang sepatutnya tidak dilakukan dan untuk hal-hal yang memang dia tidak setuju.

    ReplyDelete
  10. @eucalyptus & ani: untungnya anak2 sekarang beda sama waktu kita dulu ya..
    sekarang mereka lebih ekspresif dlm mengutarakan pendapat..

    ReplyDelete
  11. Tidaaaaaaaaaaaak! Wuiiih legana abis bilang tidak.. :D

    ReplyDelete
  12. Angela memang seorang ibu yg baik :)

    ReplyDelete
  13. @aan: jangan trus teriak2 gitu an.. malah dikira salah asuhan ntar.. :)

    @taktiku: doain aku bisa kaya angela yah..

    ReplyDelete
  14. dari mbakku (Caroline) mampir kesini deh, habis ada foto sapa kok cantik bener..."angela's Message" bagus deh, membuat kt tau kapan saatnya kita berkata ya dan tidak.

    ReplyDelete
  15. @mia: iya, semoga kita bisa ambil pelajaran dari Angela ya.. ;-)

    ReplyDelete
  16. menurut RINSO: "kalo nggak kotor nggak belajar" btw, kotornya ekses, gigaruk KPK :)

    ReplyDelete
  17. Nice posting mbak, memang sebaiknya anak tidak dididik dengan menelan mentah mentah omongan kita.

    Saya lebih setuju agar dibina hubungan/komunikas yang lebih terbuka antara orang tua dan anak. Biarkan mereka berani mengeluarkan pendapatnya dan berani berdiskusi.

    ReplyDelete
  18. simpulan nya terapan "pemikiran moderat" ke anak ..betul ga yaa??

    ReplyDelete
  19. kayaknya yg penting pendidikan agama musti kuat. jadi anak2 udah pny pedoman pasti dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  20. ajarkanm yang benar dan jangan jadikan anak sebagai robot

    ReplyDelete

i hate spammers....