Monday, March 30, 2009

Kekerasan Dalam Rumah Tangga Meningkat

Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima Komisi Nasional Perempuan dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam dua tahun terakhir, peningkatan laporan kasus kekerasan terhadap perempuan naik sekitar 100 persen.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ketua Subkomisi Pengembangan Pemulihan Komnas Perempuan Azriana, ditemui disela-sela deklarasi Pemilihan Umum Damai bagi para calon anggota legislatif kaum perempuan di Banda Aceh, Sabtu (28/3) mengatakan, tingginya laporan yang masuk lebih disebabkan mudahnya akses informasi bagi lembaga-lembaga pendamping para korban.

Naiknya laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam dua tahun terakhir ini, sepertinya tidak disebabkan tingginya kasus yang terjadi. Akan tetapi, semakin mudah lembaga-lembaga mengakses informasi dan korban juga semakin mudah untuk berinteraksi dengan lembaga pendamping, tuturnya.

Dia menjelaskan, tahun 2007 lalu, Komnas Perempuan menerima sekitar 26.000 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan. Jumlah itu naik lebih 100 persen pada tahun 2008 lalu menjadi sekitar 56.000 kasus. Utamanya adalah kasus KDRT, katanya.

Laporan terbanyak yang masuk adalah berasal dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Sementara pulau lainnya, seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku, terbilang kecil karena a kses informasi dari dan kepada lembaga serta korban, terbilang cukup sulit.

Sumber: kompas.com

Postingan asik lainnya..



46 comments:

indra putu achyar said...

Ayo kita berantas kekerasan dalam rumah tangga,... Cegah dengan 3 M :
*Menjalin keluarga sakinah, mawadah, warohmah.
*Mempertahankan pendapat
*Melapor kepada pihak yang berwajib.

Tips Kecantikan said...

kalo aq sih awal2 merid dl ms suka maen tangan *maksude nari* wekekke...skrg lbh bljr wise dan sabar

awan_clickerz said...

Hmm...apa ini tanda menurunnya emansipasi dan feminisme yach..
laki-laki emang jaH*t...:D/

dia lupa(orang yg menjadi pelaku KDRT) dari mana dia berasal.
kita bentuk KPK aja, komisi pemberantasan KDRT..hehe....maksa ya

Yup !

Milla Widia N said...

duh, jadi serem ... apa karna pengaruh pemanasan bumi ya jadi orang gampang panas... hihihhh
karna yg paling dekat dlm rumah tangga adalah pasangan..makanya paling gampang jadi korban :((

taxmania said...

pelaku KDRT berarti orang yg lemah, yang berusaha menyembunyikan kelemahan dibalik kekerasan...

rco said...

kalau kita baca dari awal sampai akhir, menurut saya sih angka yang sebenarnya relatif tiap tahunnya. Yang membuat naik kan akses laporannya. Siapa tahu di tahun sebelumnya ada kasus-kasus yang tidak dipidanakan atau tidak dilaporkan oleh korban.
Bisa jadi kasusnya lebih banyak dari yang dilaporkan, atau yang dilaporkan tahun ini lebih banyak dari kejadian tahun sebelumnya.
Angka itu tidak bisa dijadikan ukuran merosotnya moral kaum lelaki.
Bagaimana kalau ada lelaki yang mengalami KDRT?
KDRT tidak selalu identik dgn kekerasan fisik, tiap hari dimaki-maki bisa juga disebut KDRT.
Gimana para lelaki setuju?
Yaaaaaaaaaaa

Infopemula said...

Gimana kalo mbak tyas bikin blog khusus untuk menampung KDRT, Jadi hitung2 ngebantu akses informasi yang masih sulit :D

"Kalau tidak keberatan ada sedikit apresiasi & penilaian dari Infopemula, silahkan dilihat.."
Terimakasih.

p3ny0 said...

berarti dari dulu emg sudah tinggi kasus KDRT ya mbak..?? cuma, kalo dulu emg susah aksesnya, jadi kelihatan kasusnya sedikit, lha sekarang, saat aksesnya mudah, terbukti dengan meningkat lebih dari 100%.... bener kan..??

3matra said...

kekerasan rumah tangga ya? memang di news paper selalu saja ada berita soal KDRT tapi gimana solusinya ku jg masih bingung, habis belum punya keluarga sendiri si.

Poetra Mahardika said...

Hampir setiap baca koran/tabloid, pasti aja ada berita tentang KDRT. Hukum kita masih lemah untuk menangani kasus seperti ini..

dee said...

alhamdulillah, ga ada kekerasan dalam rmh tangga di rmhku.. btw, klo kasus ibu yg melakukan kekerasan pd anaknya seperti yg barusan aku tontong beritanya (seorang ibu di Lampung membakar anak perempuannya yg msh SD), itu termasuk kekerasan dlm rumah tangga juga kan mba?

gdenarayana said...

mbakeeee, kok tiap mbakeee posting tentang kekerasan perempuan pasti di dashboard wordpress saya nongol deh postnya mbakee...apa krn sama2 sering baca kompas yah?...wkwkwkwk

mbakee kok ndak nyaleg thooo? saya pilih deh, tak belain ke jakarta milih mbakeee jadi anggota dewan...heheheh

kaborrr sebelum kena lempar...duriann...xixixixi

budiawanhutasoit said...

KDRT itu emang kudu diberantas..
tapi kalo misalnya ada istri yang melakukan kekerasan, termasuk KDRT juga ga ya..
ah, yg penting..jauhkan kekerasan dari kehidupan berumah tangga..betul ngga mbak..

flower said...

KDRT pada suami ada juga tuh... mentang2 yg kerja istrinya jadi semena-mena

Maryo Sanjaya Adi Putra said...

Iya neh..kadang takut dan g tega juga untuk melakukan kekerasan terhadap wanita..apalagi kalau wanita itu adalah org yg kita sayangi...

mundir said...

yang salah siapa yah? yang dianiaya apa yang menganiaya?...sama salahnya...

nanoq da kansas said...

maka dari itu, kamu jangan keras-keras sama aku...
hehehehehe... sori Tyas, sudah semua berkomentar yang serius. lagian sudah lama aku gak ketawa sama kamu :-)

indra putu achyar said...

Mau nengok lagi ke sini, takutnya ada kekerasan lagi disini....

gimana ningtyas.... udah amankah disini??? huehehehehe

kakve-santi said...

wew...
ada yang sabar, ada juga yang nggak...

tidak semua laki - laki...iii..ii..
bersalah kepadamu...
contohnya aku... selalu *tiiiitt...
tapi mengapa engkau masih ragu,.. :D

wkwkw...
leh kita tukeran link mbak? linknya dah kupasang.. :Dmakasih

Poetra Mahardika said...

Wahhhh.. blm ada postingan baru nieh.. Mbak tyas lagi sibuk ya?? Ayooo mbak.. semangat nge-BLOG.. hehehe...

awan_clickerz said...

menjadi salah satu dilema
I have my mother for answering about this problem....kyaaa

:D/
Yup !

sehat dengan reiki said...

Kekerasan rumah tangga tampaknya bakal mewarnai kehidupan rumah tangga caleg yang gagal masuk nominasi caleg 2009 ini. Indikasinya tampak dari perilaku caleg yang gagal baik wanita atau pria dengan sikap masa bodohnya.

Guru Nakal said...

Kira-kira kalau nanti saya udah punya istri, akan melakukan kekerasan juga gak ya??? Kayaknya gak deh. Lebih baik melakukan kelembutan aja. Ntar kalau kasar sama istri, gak di bikinin makanan ntar hehe....

blogger senayan said...

faktor budaya dan norma yang sering menjadi semakin suburnya bibit kekerasan bersemai

bunda azka said...

Hemm.. skrg mmg sedang marak KDRT.
tp sebenernya, jika ada kesalah pahaman antar pasutri, seharusnya dibicarakan. tak perlu pke kekerasan

raka said...

wew yg posting n yg comment pada serius gitu ya ?
apa benar kekerasan dalam rumah tangga itu jelex ?? padahal banyak keluarga bubar, istri selingkuh, justru karena ga ada "kekerasan" dalam rumah tangga lho .. eh apa see ... beda cerita ya wakakakakkk
*lepas sandal buruan lari* ....
dilempar tuh sama mbak tyas heuheu

LivingChair dot COM said...

Kadang memang menghadapi mslh dgn sabar tidaklah mudah. Seringkali emosi mencuat seolah tak terkendali. Namun bgm kita tetap dpat berkonsentrasi dan tetap bertahan untuk tidk melakukan kekerasan adalah sikap yg sgt mulia. Cobalah untuk menarik nafas dlam saat emosi datang dan cobalah untuk tetap fokus. Segera tinggalkan "dia" untuk mencari udara segar, apabila emosi blm jua dapat dikendalikan.

Anandianta said...

skrg emg emosiNa pada labil jd ya gampang da kekerasan, palg yg "laen" ^_^

Bayi said...

Apapun alasannya KDRT adalah hal yang tidak terpuji, salah satu bentuk meremehkan harga diri seseorang, pdhl dirinya juga tidak sempurna.......

ReMo said...

KDRT?? Masih ada aja yah,,
Lebih baik selesaikan masalah dengan pembicaraan , seperti iklan teh sariwangi,, Hehehehe

atha lakuary said...

kita sebagai perempuan juga harus bisa jaga diri,,
kita pasti tahu batasan seorang suami.. kalo terlalu kasar hal pertama bisa dibicarakan klo emosi sudah reda.. tapi klo suaminya tempramental mending LAPOR POLISI...

demi keselamatan diri..

Post a Comment