Thursday, April 30, 2009

Perempuan Lebih Kuat dari Laki-laki

BY tyasjetra IN , , 33 comments

Selama ini wanita selalu diidentikan sebagai kaum yang lemah, kaum yang tidak mempunyai daya tawar lebih. Tak jarang kaum wanita dipandang sebelah mata oleh kaum pria. Padahal wanita justru lebih kuat dibanding laki-laki

"Saya melihat dari pengalaman keluarga saya sendiri, ayah saya menikah tiga kali. Ia tidak mampu mengurusi keluarga setelah istrinya meninggal," terang Samuel Mulia, Seorang Brand Counsltan dari beberapa media terkemuka saat ditemui usai peluncuran buku Heart in Side The Heart Susahnya Menyatukan Dua Hati, di Jakarta, Kamis (23/4).

Setelah pemakaman, lanjut Sam, sang ayah tidak dapat mengurusi hal-hal kecil seperti mengurus anak, ataupun membayar tagihan listrik dan telephon.

"Kalau perempuan ditinggal oleh suaminya, yang paling menjadi masalah adalah ekonomi, tapi kalau suami yang ditinggal bisa kacau semuanya. Tak heran banyak duda yang menikah lagi," ujar Sam.

Selain itu, lanjut Sam, sang suami akan mengalami banyak kesulitan dalam memecahkan berbagai masalah karena selama ini saat istri adalah tempat mengadu bagi suaminya,

"Bahkan seorang kepala negara pun yang tampak gagah dari luar akan mengadu pada istri mereka. Tak heran kalau ada istilah dibalik pria yang kuat terdapat perempuan yang hebat," imbuhnya.

Ia juga mencontohkan kekuatan yang dipunyai perempuan terlihat saat ia mengandung. Selama sembilan bulan, seorang perempuan harus membawa beban kemana pun ia pergi. Belum lagi harus merasakan sakit saat melahirkan.

Setelah menjadi seorang ibu, perempuan masih harus repot mengurus sang anak. Sayang, kekuatan yang dimiliki belum digunakan maksimal oleh para perempuan.

Menurutnya para perempuan belum percaya diri dengan kekuatan yang ada. Selain itu, faktor dominasi laki-laki juga menghambat perempuan untuk menunjukan kekuatannya.

Selanjutnya pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini berpendapat laki-laki adalah makhluk yang egois, dan mempolitisir wanita untuk dijadikan kaum yang dilemahkan.

"Saat Adam tertangkap makan buah dari surga, ia justru menyalahkan hawa," kata dia. Ia juga mencontohkan laki-laki akan dianggap hebat jika ia menjadi playboy, namun jika wanita menjadi play girl masyarakat justru mencibir.

Sumber: Kompas.com

Tuesday, April 14, 2009

10 Ibu Rumah Tangga Tertular HIV/Aids

BY tyasjetra IN , , , 39 comments

Sebanyak 10 ibu rumah tangga di Provinsi Banten terindentifikasi tertular positif penyakit HIV/AIDS setelah dilakukan pemeriksaan khusus di Klinik Teratai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang.

"Ke-10 ibu rumah tangga itu saat ini mendapat perhatian serius agar tidak menularkan virus kepada keluarga maupun orang lain," kata dr. Edi Santoso dari RSUD Serang, Minggu.

Edi mengatakan, ke 10 ibu rumah tangga itu tertular dari suaminya yang terlebih dahulu tertular HIV/AIDS. Penularan HIV/AIDS terbukti dengan menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu, termasuk ibu rumah tangga yang baik-baik dan rajin ibadah juga tertular HIV/AIDS.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada berbagai elemen masyarakat agar melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS dengan tidak mengkonsumsi narkoba, menggunakan jarum suntik bekas, dan hubungan seks yang gonta-ganti pasangan.

Sebagian besar penularan HIV/AIDS disebabkan jarum suntik, narkoba, hubungan seks yang sudah terkena HIV/AIDS dan transfusi darah.

Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada laki-laki untuk menggunakan kondom karena kondom bisa mencegah risiko penularan HIV/AIDS.

"Selama ini penyakit HIV/AIDS di Banten tahun ke tahun di Banten mengalami peningkatan," katanya.

Dia menjelaskan, sejak 1996 penderita HIV/AID di Banten hanya dua orang terkena positif HIV.

Akan tetapi, saat ini penularan HI/AIDS di Banten tercatat sebanyak 1.413 kasus dan 51 dilaporkan meninggal dunia.

Dari 1.413 kasus itu di antaranya sebanyak 1.181 kasus menderita HIV dan 232 kasus teridentifikasi AIDS.

Artinya, lanjut dia, penularan penyakit HIV/AIDS sudah tahap mengerikan.

"Saya kira penularan HIV/AIDS akan terus meningkat, apabila masyarakat sendiri tidak membangun paradigma hidup sehat," katanya.

Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arief Mulyawan, mengatakan, pihaknya saat ini terus memonitor 10 ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS.

Penyakit HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular dan mematikan sehingga perlu adanya pencegahan agar tidak menularkan kepada orang lain.

"Selama ini kami dan Klinik Teratai bekerja sama untuk melayani penderita HIV/AIDS," katanya.

Sumber: yahoo.com

Thursday, April 9, 2009

Trik Membujuk / Mempengaruhi Orang Lain

BY tyasjetra IN , , 41 comments

Membujuk adalah salah satu kemampuan paling penting yang diperlukan seseorang untuk membuat orang lain mengikuti kehendaknya. Kemampuan ini tak hanya dapat diterapkan di dunia kerja, tetapi juga di rumah, atau dalam kehidupan sosial lainnya. Mungkin Anda melihat tidak semua orang diberi kemampuan ini, namun sebenarnya membujuk bisa dipelajari.

Dengan mempelajari trik persuasi, Anda juga mengetahui kapan seseorang berusaha mempengaruhi Anda. Menurut Jay White, penulis kolom di DumbLittleMan.com, salah satu keuntungan terbesar yang akan Anda peroleh dengan memiliki kemampuan ini adalah, Anda tak akan kehilangan uang begitu Anda menyadari seorang petugas penjualan mendesak Anda membeli sesuatu yang tak Anda perlukan.

Inilah sembilan trik yang dapat Anda terapkan untuk dapat membujuk dan mempengaruhi orang lain:

  • 1. Bercermin dengan orang lain.
Lakukan hal ini dengan menirukan gerakan tangan, membungkukkan badan ke depan atau belakang, atau berbagai gerakan kepala dan lengan lainnya. Kadang-kadang kita melakukannya tanpa sadar, namun bila Anda menyadarinya, pelajari lebih lanjut. Beberapa hal yang perlu diingat adalah Anda harus melakukannya dengan halus, dan buat jeda sekitar 2-4 detik antara gerakan orang tersebut dengan gerakan Anda.

  • 2. Kelangkaan.
Inilah yang paling sering dilakukan seorang pembuat iklan. Kesempatan memiliki sesuatu terlihat sangat menarik ketika persediaan begitu terbatas. Hal ini akan berguna untuk orang yang memang sedang membutuhkan, namun yang lebih penting, inilah metode persuasi yang harus diwaspadai. Berhentilah, dan pertimbangkan seberapa sering Anda dipengaruhi berita bahwa sebuah produk sedang langka? Jika memang produk itu langka, tentu akan ada banyak permintaan untuk barang tersebut bukan?

  • 3. Membalas budi.
Ketika seseorang berbuat baik pada kita, kita sering merasa dituntut untuk melakukan sesuatu untuknya. Jadi, jika Anda ingin seseorang melakukan sesuatu untuk Anda, Anda bisa memberikan sesuatu yang baik untuknya lebih dulu. Di lingkungan rumah, misalnya, Anda bisa menawarkan untuk meminjamkan peralatan memasak, tangga, atau apa pun, kepada tetangga yang terlihat sedang membutuhkan. Tidak masalah kapan, atau dimana Anda melakukannya, kuncinya adalah menghargai hubungan yang ada.

  • 4. Waktu yang tepat.
Orang cenderung setuju atau menurut pada Anda ketika mereka merasakan kelelahan secara mental. Sebelum Anda meminta sesuatu pada seseorang yang mungkin tidak akan langsung disetujuinya, cobalah untuk menunggu sampai ada kesempatan dimana mereka baru saja melakukan sesuatu karena terdesak. Temui dia saat hendak pulang dari kantor, dan katakan apa yang Anda mau. Seringkali jawabannya adalah, "Besok deh, aku kerjakan."

  • 5. Keserasian.
Teknik ini kerap digunakan para petugas penjualan. Seorang salespeople akan menjabat tangan Anda saat sedang bernegosiasi. Dalam benak kebanyakan orang, berjabat tangan artinya bersepakat, sehingga dengan melakukannya sebelum kesepakatan tercapai, petugas sales seolah sudah mendapatkan transaksi yang ia inginkan. Cara yang tepat untuk melakukannya pada kegiatan sehari-hari adalah membuat seseorang bertindak sebelum mereka memutuskan. Misalnya, Anda mengajak seorang teman jalan-jalan, dan Anda ingin menonton film (padahal sang teman sedang tidak ingin). Anda bisa langsung mengajaknya ke bioskop sementara teman Anda sedang membuat keputusan akan menonton atau tidak.

  • 6. Obrolan yang cair.
Saat sedang berbicara, seringkali kita menggunakan frasa seperti "Mm..." atau "Maksud saya..." dan kata-kata lain yang menimbulkan jeda di tengah pembicaraan. Hal seperti ini sebenarnya menunjukkan rasa kurang percaya diri kita, yang dengan sendirinya membuat kita kurang persuasif. Jika Anda yakin dengan apa yang Anda katakan, orang lain pun akan mudah terbujuk dengan apa pun yang Anda katakan.

  • 7. Menggiring.
Kita semua terlahir menjadi pengikut. Kita sering memperhatikan apa yang dilakukan orang lain sebelum kita bertindak, karena kita membutuhkan penerimaan dari orang lain. Secara sederhana, cara efektif untuk menggunakan kebiasaan ini adalah dengan menjadi pemimpin, membuat orang lain mengikuti Anda. Misalnya, Anda sedang menghadiri seminar, dan memilih duduk di tengah-tengah. Begitu seminar dimulai, sang MC meminta hadirin untuk mengisi bangku-bangku kosong di depan. Nah, cobalah untuk menjadi orang pertama yang menggiring orang lain untuk menempati bangku tersebut.

  • 8. Benefit.
Tunjukkan pada orang lain apa keuntungan bagi mereka jika melakukan tindakan yang Anda sarankan ini. Namun perhatikan apa yang Anda sampaikan. Anda harus mengatakannya dengan optimis, mendorong, dan menyenangkan mereka. Sikap pesimis dan mengkritik tidak akan membantu. Coba ingat bagaimana Obama memenangkan pemilu akhir tahun lalu. Kata kuncinya adalah "Yes, we can!". Mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain, seperti yang dilakukan John McCain, tidak akan membuat orang bersimpati.

  • 9. Teman-teman dan penguasa.
Kita cenderung akan mengikuti atau terbujuk oleh seseorang yang berada di posisi yang lebih tinggi. Ini menjadi contoh yang baik untuk waspada akan "serangan" persuasif yang sedang dilakukan terhadap Anda. Di pihak lain, menjadi cara yang baik pula bagi Anda untuk melakukannya pada orang lain karena Anda akan terkejut betapa mudah membuat orang menyukai Anda dan memperoleh kekuasaan di antara kelompok Anda.

Sumber: kompas.com

Monday, April 6, 2009

Adekku Dataang....

BY tyasjetra IN 20 comments

Ternyata bukan cuma aku yang doyan reunian, adekku juga lagi suka reunian, hehe.. Hari jumat kemarin, adekku Tantri dateng dari Jogja.. Sabtunya dia mau reunian sama temen-temen SMP 74.. Angkatannya angkatan berapa ya.., pokoknya si Ndhul tuh umurnya beda 6 taun sama aku..

Hari Jumat malem sebenernya aku juga ada acara bowling sama temen-temen SMA di Kuningan, tapi berhubung aku nggak bisa bowling dan harus jemput adekku ke bandara, ya kali ini nggak ikut deh..

Sabtunya, pas adekku reunian, aku iseng2 ke salon.. Dari rumah rencananya cuma mau ngerapiin rambut aja, dipendekin dikit.. Tapi begitu sampe salon, liat model2 rambut di sana, kok jadi pengen punya rambut super pendek ya.. Belom pernah nih punya rambut pendek banget.. Sekalian di coloring juga pake warna burgundy.. Sambil nunggu coloringnya selesai, aku refleksi.. Persiapan buat besok.. Pasti Tantri ngajakin ke Mangga Dua seharian, kalo udah refleksi kan kaki gak cepet pegel tuh ngiterin mangga dua seharian..

Besoknya, Minggu, kita jalan2 ke mangga dua sampe sore n langsung ke airport.. Flightnya si Ndhul jam 19.20.. Kita ngopi dulu di cafe airport, sambil foto2.. Ni dia tampangkita berdua.. Tadaaa... (narsisnya gak bisa ilang yah...?)


Aku sampe rumah jam 19.30.. Kok Tantri blom sms yah, katanya kalo udah boarding mau sms.. Pas aku telpon ternyata pesawatnya delay sampe jam 9 malem.. Duuh, kasian.. nunggu lama banget.. Tau gitu, tadi masih bisa puas2in belanja di Mangga Dua ya, Ndhul....

Oya, mulai dari Sabtu kemaren, aku n Tantri kuat2an quit smoking.. Jadi hari ini udah hari ketiga nih... Whew, ngemilnya jadi banyak beneer..